Dampak Letusan Matahari, 2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi

Selasa, 15 Maret 2022 - 10:42 WIB
NOAA menjelaskan, Bumi mengalami lebih dari 2.000 badai Matahari kategori G1 dan G2 setiap dekade. Saat ini Bumi berada di tengah-tengah badai matahari ringan; badai G2 terbaru menyerempet Bumi pada hari Minggu (13 Maret), berlalu pada pagi-pagi sekali tanpa banyak masalah.

.Seperti semua badai geomagnetik, peristiwa yang diprediksi pada hari Senin dan Selasa berasal dari ledakan partikel bermuatan yang meninggalkan atmosfer terluar matahari atau korona. Ledakan ini, dikenal sebagai coronal mass ejections (CMEs) terjadi ketika garis-garis medan magnet di atmosfer Matahari kusut dan patah, mengeluarkan semburan plasma dan medan magnet ke luar angkasa.

Gumpalan besar partikel ini berlayar melintasi tata surya dengan angin matahari, kadang-kadang melewati Bumi, dan dalam prosesnya menekan perisai magnet planet kita. Kompresi itu memicu badai geomagnetik.

Baca juga; Dihantam Badai Matahari, 40 Satelit Starlink SpaceX Berguguran Jatuh ke Bumi

Menurut NOAA sebagian besar badai bersifat ringan, hanya merusak teknologi di ruang angkasa atau pada garis lintang yang sangat tinggi. Tetapi CME yang lebih besar dapat memicu badai yang jauh lebih ekstrem - seperti Peristiwa Carrington 1859 yang terkenal, yang menyebabkan arus listrik yang begitu kuat sehingga peralatan telegraf meledak menjadi api.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!