8 Bom Nuklir yang Ribuan Kali Lebih Dahsyat Dibanding Bom Hiroshima
Senin, 14 Maret 2022 - 07:46 WIB
Pada 1 Maret 1954, Amerika Serikat meledakkan senjata nuklir berkekuatan 15 megaton di Bikini Atoll, Kepulauan Marshall, dalam tes dengan nama kode Castle Bravo. Bom tersebut diledakkan di permukaan, bukan dijatuhkan melalui udara dan merupakan ledakan senjata nuklir paling kuat kelima dalam sejarah.
BACA JUGA: Rusia Kembangkan Rudal Anti-Tank ATGM Kornet-D1, Ini Kecanggihannya
Ternyata dampaknya 2x lebih besar dari ekspektasi. Memiliki dampak jangkauan hingga 18.130 kilometer di Pasifik, membuat penduduk Kepulauan Marshall, personel militer AS, dan awak kapal pukat nelayan Jepang terpapar. Beberapa penduduk harus dievakuasi, dan penduduk Kepulauan Marshall menderita tingkat kanker tinggi. Tes Castle Bravo, dan kerusakan yang terjadi pada penduduk, memicu protes global terhadap pengujian bom nuklir.
6. Castle Yankee
Pada 5 Mei 1954, senjata nuklir diledakkan di sebuah tongkang di samping Bikini Atoll. Namanya, Castle Yankee. Kekuatannya mencapai 13,5 megaton. Ini adalah senjata nuklir paling kuat keenam yang pernah diledakkan dalam sejarah, sekitar 900 kali lebih kuat daripada yang dijatuhkan di Hiroshima.
Selanjutnya, dunia terus meningkatkan larangan uji coba nuklir. Bikini Atoll adalah terumbu karang yang mengelilingi laguna. Sebelum uji coba nuklir, orang masih tinggal di disitu. Namun, setelah tes, tidak lagi dapat kembali karena sisa-sisa radioaktif.
7. Tes 123
Pada 23 Oktober 1961, Uni Soviet menjatuhkan bom 12,5 megaton di kepulauan Novaya Zemlya, sekitar 830 kali lebih kuat dari bom Hiroshima. Ini adalah senjata nuklir terkuat ketujuh yang diledakkan dalam sejarah. Dikenal sebagai tes 123, sepekan sebelum Tsar Bomba dijatuhkan.
8. Castle Romeo
Castle Romeo adalah bom nuklir dengan kekuatan 11 megaton atau 730 kali lebih kuat dari bom Hiroshima yang masih diledakkan di di Bikini Atoll pada 26 Maret 1954. Tes tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah tes Castle Bravo yang telah menyebarkan dampak radioaktif di seluruh Kepulauan Marshall.
BACA JUGA: Rusia Kembangkan Rudal Anti-Tank ATGM Kornet-D1, Ini Kecanggihannya
Ternyata dampaknya 2x lebih besar dari ekspektasi. Memiliki dampak jangkauan hingga 18.130 kilometer di Pasifik, membuat penduduk Kepulauan Marshall, personel militer AS, dan awak kapal pukat nelayan Jepang terpapar. Beberapa penduduk harus dievakuasi, dan penduduk Kepulauan Marshall menderita tingkat kanker tinggi. Tes Castle Bravo, dan kerusakan yang terjadi pada penduduk, memicu protes global terhadap pengujian bom nuklir.
6. Castle Yankee
Pada 5 Mei 1954, senjata nuklir diledakkan di sebuah tongkang di samping Bikini Atoll. Namanya, Castle Yankee. Kekuatannya mencapai 13,5 megaton. Ini adalah senjata nuklir paling kuat keenam yang pernah diledakkan dalam sejarah, sekitar 900 kali lebih kuat daripada yang dijatuhkan di Hiroshima.
Selanjutnya, dunia terus meningkatkan larangan uji coba nuklir. Bikini Atoll adalah terumbu karang yang mengelilingi laguna. Sebelum uji coba nuklir, orang masih tinggal di disitu. Namun, setelah tes, tidak lagi dapat kembali karena sisa-sisa radioaktif.
7. Tes 123
Pada 23 Oktober 1961, Uni Soviet menjatuhkan bom 12,5 megaton di kepulauan Novaya Zemlya, sekitar 830 kali lebih kuat dari bom Hiroshima. Ini adalah senjata nuklir terkuat ketujuh yang diledakkan dalam sejarah. Dikenal sebagai tes 123, sepekan sebelum Tsar Bomba dijatuhkan.
8. Castle Romeo
Castle Romeo adalah bom nuklir dengan kekuatan 11 megaton atau 730 kali lebih kuat dari bom Hiroshima yang masih diledakkan di di Bikini Atoll pada 26 Maret 1954. Tes tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah tes Castle Bravo yang telah menyebarkan dampak radioaktif di seluruh Kepulauan Marshall.
(dan)
Lihat Juga :