Gawat, Drone Tua Ukraina Nyasar Masuk Ibu Kota Kroasia
Jum'at, 11 Maret 2022 - 21:26 WIB
Berarti drone mirip pesawat tak berawak Tu-141 "Strizh" terbang dari perbatasan Ukraina ke Zagreb berjarak hampir 350 mil (563 Km). Sebelumnya telah dilaporkan bahwa Ukraina menggunakan drone era Soviet berkecepatan tinggi dalam beberapa hari terakhir setelah invasi Rusia.
“Kecelakaan misterius ini pertama kali dikabarkan oleh @Darkstar_OSINT. Setelah memeriksa puing-puing di sekitar lokasi ledakan, kami menyimpulkan hanya satu pesawat yang benar-benar sesuai, yaitu Tu-141,” tulis The War Zone.
Kebetulan salah satu sayap terlihat masih utuh, memungkinkan untuk mencocokan dengan dugaan awal itu adalah pesawat tak berawak Tu-141. Namun, fakta bahwa pesawat tak berawak ini terbang begitu jauh sangat membingungkan sekaligus mengkhawatirkan.
Baca juga; Ini 5 Senjata Anti-tank Ukraina untuk Cegat Pasukan Rusia
Tapi itu bukan pertama kali Tu-141 jatuh dalam perang, beberapa hari lalu satu unit drone serupa milik Ukraina juga dikabarkan jatuh. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan sejumlah negara tetangga Ukraina karena bisa saja pesawat tak berawak itu masuk ke wilayah mereka. Bila jatuh di permukiman penduduk sipil atau fasilitas vital, tentu bisa membuat perang jadi melebar.
“Kecelakaan misterius ini pertama kali dikabarkan oleh @Darkstar_OSINT. Setelah memeriksa puing-puing di sekitar lokasi ledakan, kami menyimpulkan hanya satu pesawat yang benar-benar sesuai, yaitu Tu-141,” tulis The War Zone.
Kebetulan salah satu sayap terlihat masih utuh, memungkinkan untuk mencocokan dengan dugaan awal itu adalah pesawat tak berawak Tu-141. Namun, fakta bahwa pesawat tak berawak ini terbang begitu jauh sangat membingungkan sekaligus mengkhawatirkan.
Baca juga; Ini 5 Senjata Anti-tank Ukraina untuk Cegat Pasukan Rusia
Tapi itu bukan pertama kali Tu-141 jatuh dalam perang, beberapa hari lalu satu unit drone serupa milik Ukraina juga dikabarkan jatuh. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan sejumlah negara tetangga Ukraina karena bisa saja pesawat tak berawak itu masuk ke wilayah mereka. Bila jatuh di permukiman penduduk sipil atau fasilitas vital, tentu bisa membuat perang jadi melebar.
Lihat Juga :