Ini Kota Terdingin di Dunia, Suhunya Bisa Minus 71,2 Derajat Celcius
Minggu, 06 Maret 2022 - 09:20 WIB
Selain Yakutsk, Kota Oymyakon yang berpenduduk sekitar 500 orang, pernah mencapai suhu dingin minus 71,2 derajat celcius pada tahun 1924. Agak mengejutkan, Yakutsk dan Oymyakon bejarak sekitar 928 kilometer dan perjalanan dari Yakuts ke Oymykon memakan waktu sekitar 21 jam.
Jadi mengapa kedua tempat ini begitu menusuk tulang? Dan mengapa orang terus hidup di lingkungan yang sulit dan kejam ini? "Siberia sangat dingin karena kombinasi lintang tinggi dan daratan yang begitu luas," kata Alex DeCaria, profesor meteorologi di Millersville University di Pennsylvania.
BACA JUGA: Perang Terus Berlanjut, Spotify Tutup Kantor di Rusia
Temperatur global yang ekstrem cenderung terjadi di seluruh benua karena daratan memanas dan mendingin lebih cepat daripada lautan. Namun di Siberia, lapisan salju dan es berperan menjaga kawasan itu tetap dingin dengan memantulkan radiasi matahari yang masuk kembali ke luar angkasa.
Kombinasi faktor-faktor ini telah menyebabkan terciptanya zona tekanan tinggi semi-permanen yang besar yang terbentuk di atas Siberia pada musim dingin, yang dikenal sebagai "Tinggi Siberia".
"Tekanan tinggi di atas benua dengan garis lintang tinggi umumnya dikenal memiliki udara yang stabil, kelembapan rendah, dan langit cerah, yang menghasilkan suhu permukaan yang sangat dingin ," kata DeCaria kepada Live Science melalui email.
Itu karena kelembaban rendah dan langit cerah memungkinkan radiasi inframerah dan gelombang mikro yang dipancarkan oleh Bumi mencapai puncak atmosfer dan dipancarkan ke luar angkasa, sehingga menghasilkan suhu permukaan yang dingin.
Jadi mengapa kedua tempat ini begitu menusuk tulang? Dan mengapa orang terus hidup di lingkungan yang sulit dan kejam ini? "Siberia sangat dingin karena kombinasi lintang tinggi dan daratan yang begitu luas," kata Alex DeCaria, profesor meteorologi di Millersville University di Pennsylvania.
BACA JUGA: Perang Terus Berlanjut, Spotify Tutup Kantor di Rusia
Temperatur global yang ekstrem cenderung terjadi di seluruh benua karena daratan memanas dan mendingin lebih cepat daripada lautan. Namun di Siberia, lapisan salju dan es berperan menjaga kawasan itu tetap dingin dengan memantulkan radiasi matahari yang masuk kembali ke luar angkasa.
Kombinasi faktor-faktor ini telah menyebabkan terciptanya zona tekanan tinggi semi-permanen yang besar yang terbentuk di atas Siberia pada musim dingin, yang dikenal sebagai "Tinggi Siberia".
"Tekanan tinggi di atas benua dengan garis lintang tinggi umumnya dikenal memiliki udara yang stabil, kelembapan rendah, dan langit cerah, yang menghasilkan suhu permukaan yang sangat dingin ," kata DeCaria kepada Live Science melalui email.
Itu karena kelembaban rendah dan langit cerah memungkinkan radiasi inframerah dan gelombang mikro yang dipancarkan oleh Bumi mencapai puncak atmosfer dan dipancarkan ke luar angkasa, sehingga menghasilkan suhu permukaan yang dingin.
Lihat Juga :