Data 267 Juta Akun Facebook Dijual Murah, Hanya Rp9,2 Juta

Jum'at, 24 April 2020 - 06:51 WIB
Bob Diachenko, peneliti yang bertanggung jawab atas temuan ini, mengaku menemukan data yang dijual peretas di dark web melalui antarmuka pemrograman Facebook (API). Namun ini hanya hipotesis oleh peneliti.

Akhirnya data akun Facebook yang diretas dengan cepat dibeli oleh Cyble. Perusahaan yang menemukan penjualan akun Zoom ini membeli data-data tersebt untuk mencegah peretas mengaksesnya.

"Peneliti Cyble mengeksekusi penjualan dan dapat mengunduh dan memverifikasi data. Pengguna yang terkena dampak akan dapat memverifikasi ini pada platform pemantauan pelanggaran data Cyble, AmIbreached.com segera," kata perwakilan peneliti.

Pada tahap ini, para peneliti Cybke tidak tahu bagaimana cara mereka membocorkan data. Mungkin karena kebocoran pada API pihak ketiga atau scrapping. Data berisi detail sensitif pada pengguna yang bisa digunakan penjahat siber untuk phishing dan spamming.

"Cyble merekomendasikan pengguna untuk memperketat pengaturan privasi mereka di profil Facebook mereka. Dan berhati-hatilah dengan email dan pesan teks yang tidak diminta. Kami saat ini mengindeks data di platform pemantauan dark web kami, dan pengguna ritel dapat mengaksesnya melalui AmIbreached.com," katanya lagi.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!