Temuan Baru, Dolly Dinosaurus Berleher Panjang Mati Akibat Penyakit Pernapasan

Jum'at, 11 Februari 2022 - 05:29 WIB
"Sebagai ilmuwan kami senang dan tertarik dengan penemuan penyebab penyakit Dolly, tetapi sebagai manusia yang mencintai dinosaurus dan hewan lain, hati kami hancur. Kami memikirkan bagaimana hari-hari terakhir dinosaurus muda ini dihabiskan dengan sakit, pusing, mungkin dikelilingi oleh makhluk ganas, predator seperti Allosaurus," kata Lawrence Witmer, ahli anatomi Ohio University Heritage College of Osteopathic Medicine dikutip SINDOnews dari laman Reuters, Jumat (11/2/2022).

Dolly termasuk dalam spesies dinosaurus sauropoda, kelompok pemakan tumbuhan dengan leher panjang, ekor panjang, kepala kecil, dan empat kaki kokoh, yang termasuk hewan darat terbesar dalam sejarah Bumi. Dolly, dengan panjang sekitar 18 meter dan beratnya mungkin 4 hingga 5 ton, meninggal pada usia antara 15 dan 20 tahun.



Cary Woodruff, Direktur Paleontologi di Museum Dinosaurus Great Plains di Malta, Montana, mengatakan, dinosaurus menderita penyakit sama seperti hewan lainnya, tetapi jarang ditemukan bukti kuat karena jaringan lunak jarang diawetkan dalam proses fosilisasi. Apalagi fosil dinosaurus sebelumnya telah menunjukkan patologi seperti tulang yang patah dan sembuh, abses gigi, infeksi melalui darah yang mempengaruhi tulang, radang sendi dan bahkan kanker tulang .

Tidak jarang dinosaurus yang sakit tidak langsung mati karena penyakit, tetapi karena menjadi korban pemangsaan atau kelaparan karena efeknya yang melemahkan. “Kami tahu bahwa dia sakit untuk waktu yang lama - itu adalah penyakit kronis - karena dia sudah lama menderita penyakit ini,” kata Wilmer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!