Badai Matahari Susulan Masih Mengancam, Ilmuwan Pantau Cuaca di Luar Angkasa

Kamis, 10 Februari 2022 - 14:53 WIB
“Selama dua sampai tiga tahun terakhir, aktivitas matahari sudah sangat sepi. Tetapi selama setahun terakhir, kami pantau meningkat. Aktivitas siklus matahari mencapai maksimum diperkirakan pada tahun 2025. Jadi kami melihat peningkatan aktivitas cuaca luar angkasa, "ucap Murtagh dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Kamis (10/2/2022).

Dia menjelaskan peningkatan aktivitas matahari dapat berpotensi menimbulkan gangguan pada satelit, dunia penerbangan, dan teknologi di Bumi seperti jaringan listrik. Untuk itu, perlu dilakukan beberapa langkah antisipasi agar kasus seperti satelit Starlink tidak menimpa satelit lain.

Murtagh mengungkapkan satelit Starlink SpaceX yang rontok diterjang badai geomagnetik karena berada di posisi yang tidak tepat. Satelit Starlink SpaceX biasanya mengorbit pada ketinggian sekitar 550 kilometer.

Namun, saat terjadi badai matahari, 40 satelit Starlink berada pada orbit yang lebih rendah, terbang sekitar 210 kilometer di atas Bumi. “Tampaknya satelit itu sedang dalam orbit penyebaran awal, sebelum mencapai ketinggian akhir,” katanya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!