Hidup Sezaman dengan Dinosaurus, Buaya Purba Ini Punya Gigi Setajam Pisau
Rabu, 09 Februari 2022 - 20:31 WIB
Ahli paleontologi membutuhkan waktu hampir 60 tahun sejak ditemukan pertama kali pada 1963 untuk menyusun ulang fosil buaya purba ini dengan tepat. Selama ekspedisi, para ilmuwan, sebagian besar dari Inggris, sangat bergantung pada Tanzania dan Zambia untuk menemukan hotspot fosil, menemukan fosil, membangun jalan ke situs dan mengangkut fosil dari lapangan.
Kemudian, fosil-fosil buaya purba itu dibawa dari Cekungan Ruhuhu di Tanzania barat daya ke Museum Sejarah Alam di London, Inggris. Di sini fosil yang ditemukan disusun kembali dan di analisis para ilmuwan.
Satu spesimen dijuluki Pallisteria angustimentum oleh ahli paleontologi Inggris Alan Charig (1927-1997). Tengkorak binatang ini berukuran panjang 75 sentimeter serta tulang rahang bawah yang terawetkan dan tangan kiri yang cukup lengkap. Namun, Charig tidak mendeskripsikan penemuan itu secara resmi.
Jadi, ketika Butler dan rekan-rekannya memeriksa spesimen beberapa dekade kemudian, mereka memilih nama Mambawakale ruhuhu dari bahasa Kiswahili untuk secara formal mengakui kontribusi Tanzania.
Kemudian, fosil-fosil buaya purba itu dibawa dari Cekungan Ruhuhu di Tanzania barat daya ke Museum Sejarah Alam di London, Inggris. Di sini fosil yang ditemukan disusun kembali dan di analisis para ilmuwan.
Satu spesimen dijuluki Pallisteria angustimentum oleh ahli paleontologi Inggris Alan Charig (1927-1997). Tengkorak binatang ini berukuran panjang 75 sentimeter serta tulang rahang bawah yang terawetkan dan tangan kiri yang cukup lengkap. Namun, Charig tidak mendeskripsikan penemuan itu secara resmi.
Jadi, ketika Butler dan rekan-rekannya memeriksa spesimen beberapa dekade kemudian, mereka memilih nama Mambawakale ruhuhu dari bahasa Kiswahili untuk secara formal mengakui kontribusi Tanzania.
Lihat Juga :