Mengungkap Rahasia Kehebatan Pedang Damaskus Milik Salahuddin Al-Ayyubi

Senin, 17 Januari 2022 - 13:03 WIB
Hingga akhirnya, dua ahli metalurgi dari Universitas Stanford, Dr. Wadsworth dan Dr. Sherby menemukan rahasia baja Damaskus. Ini ditemukan ketika mereka berusaha memproduksi logam superplastik.

Dikutip dari nytimes, Wadsworth mengatakan kalau logam yang mereka buat hampir sama kandungannya dengan baja Damaskus, yakni jumlah karbonnya antara 1-2 %.

BACA JUGA: Microsoft Luncurkan Fitur Baru, Ubah Smartphone Menjadi Walkie Talkie

Elemen kunci lainnya adalah, baja Damaskus ditempa pada suhu yang relatif rendah - sekitar 1.700 derajat Fahrenheit. Setelah dibentuk, bilah-bilah tersebut kembali dipanaskan dan didinginkan dengan cepat menggunakan cairan khusus.

Apa yang ditemukan oleh Dr. Wadsworth dan Dr. Sherby hampir sama dengan yang ditemukan oleh Marianne Riebold dan rekan-rekannya di Universitas Dresden. Namun Riebold mengetahui kalau komposisi karbon pada baja tinggi maka akan membuat baja itu jadi rapuh. Lalu kenapa baja Damaskus tidak?

Untuk menjawab pertanyaan itu, Riebold sangat beruntung karena mereka mendapatkan sampel pedang Damaskus yang masih tersimpan di museum sejarah Berne Swiss. Pedang tersebut merupakan buatan tangan pandai besi terkenal abad ke-17, Assad Ullah.

Mereka melarutkan sampel baja Damaskus ke dalam asam klorida dan mempelajarinya di bawah mikroskop elektron. Mereka menemukan bahwa baja tersebut mengandung karbon nanotube, masing-masing hanya sedikit lebih besar dari setengah nanometer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!