6 Tren Keamanan Siber di 2021, Bahaya Phising, Malware dan Ransomeware
Selasa, 28 Desember 2021 - 07:11 WIB
2. Phising Paling Sering
Pelanggaran phising terus berkembang pesat. Tahun ini Acronis melaporkan 23% lebih banyak pemblokiran email phishing dan 40% lebih banyak email malware di Q3, dibanding Q2.
3. Messenger Jadi Sasaran
Pelaku phishing mengembangkan trik baru dan beralih ke messenger untuk pekerjaan, mulai Slack hingga Teams. Penargetan OAuth dan alat autentikasi multifaktor (MFA) saat ini menjadi trik baru yang memungkinkan penjahat mengambil alih akun.
4. Ransomeware Paling Berbahaya
Ransomeware paling berbahaya bagi UMKM maupun perusahaan besar. Apalagi sektor publik, perawatan kesehatan, manufaktur, dan organisasi penting lainnya. Ransomware jadi salah satu serangan cyber yang paling menguntungkan bagi rampok digital. Acronis memperkirakan kerusakan akibat ransomware akan melebihi USD20 miliar sebelum akhir 2021.
Pelanggaran phising terus berkembang pesat. Tahun ini Acronis melaporkan 23% lebih banyak pemblokiran email phishing dan 40% lebih banyak email malware di Q3, dibanding Q2.
3. Messenger Jadi Sasaran
Pelaku phishing mengembangkan trik baru dan beralih ke messenger untuk pekerjaan, mulai Slack hingga Teams. Penargetan OAuth dan alat autentikasi multifaktor (MFA) saat ini menjadi trik baru yang memungkinkan penjahat mengambil alih akun.
4. Ransomeware Paling Berbahaya
Ransomeware paling berbahaya bagi UMKM maupun perusahaan besar. Apalagi sektor publik, perawatan kesehatan, manufaktur, dan organisasi penting lainnya. Ransomware jadi salah satu serangan cyber yang paling menguntungkan bagi rampok digital. Acronis memperkirakan kerusakan akibat ransomware akan melebihi USD20 miliar sebelum akhir 2021.
Lihat Juga :