Badai Matahari Bikin Belahan Bumi Utara Lebih Terang Sebelum Natal

Kamis, 23 Desember 2021 - 17:09 WIB
Met Office menyebutkan badai geomagnetik yang terjadi dipicu oleh badai matahari diperkirakan tidak besar. Badai geomagnetik terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan medan magnet planet.

“Garis-garis medan magnet bumi akan mengarahkan partikel-partikel ini ke atas kutub, itulah sebabnya kita melihat aurora di wilayah ini,” tulis Met Office. (Baca juga; Astronom Ingatkan Badai Matahari Sepanjang 5.000 Mil akan Menghantam Bumi )

Aurora atau cahaya kutub adalah fenomena alam yang menghasilkan pancaran cahaya menyala-nyala dan menari-nari di langit malam pada lapisan ionosfer sebagai akibat interaksi antara medan magnetik dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.

Menurut Jaringan Cuaca Antariksa Badan Antariksa Eropa (ESA), dalam seminggu terakhir matahari bersinar terang. Beberapa daerah permukaan mendapat sinar matahari yang cukup menjelang Natal. (Baca juga; BMKG AS Perkirakan Badai Matahari Dahsyat akan Hantam Bumi pada 2025 )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!