Teknologi Berperan Memasuki Metode Kerja Hibrida di Tahun Baru
Rabu, 15 Desember 2021 - 16:04 WIB
ark, aplikasi kolaborasi generasi masa depan yang berkantor pusat di Singapura, mengungkap bahwa 94% responden menginginkan untuk terus bekerja secara fleksibel . foto/ IST
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 terhadap bisnis di seluruh dunia tidak dapat dianggap remeh. Hanya dalam beberapa bulan, tempat dan budaya kerja di seluruh dunia telah berubah drastis.
Seketika, konsep seperti "kerja jarak jauh", "tim yang fleksibel", "kantor hibrida" telah menjadi bagian dari kosakata bisnis yang digunakan untuk menggambarkan para profesional dari Jakarta, Seminyak, Bandung atau Yogyakarta yang menikmati kebebasan bekerja dari rumah saat pemberlakuan kebijakan protokol kesehatan.
BACA JUGA - Ruang Kerja di Rumah Harus Nyaman dan Menarik
Sebuah survei yang dilakukan terhadap para profesional, manajer, dan karyawan di Singapura1) oleh Lark, aplikasi kolaborasi generasi masa depan yang berkantor pusat di Singapura, mengungkap bahwa 94% responden menginginkan untuk terus bekerja secara fleksibel -- dan keinginan ini datang dari Singapura, sebuah negara yang kondisi lalu lintasnya tidak serumit kemacetan di Jabodetabek, namun para pekerja profesional tetap mengalami kesulitan untuk menerapkan 'work-life balance'.
Seketika, konsep seperti "kerja jarak jauh", "tim yang fleksibel", "kantor hibrida" telah menjadi bagian dari kosakata bisnis yang digunakan untuk menggambarkan para profesional dari Jakarta, Seminyak, Bandung atau Yogyakarta yang menikmati kebebasan bekerja dari rumah saat pemberlakuan kebijakan protokol kesehatan.
BACA JUGA - Ruang Kerja di Rumah Harus Nyaman dan Menarik
Sebuah survei yang dilakukan terhadap para profesional, manajer, dan karyawan di Singapura1) oleh Lark, aplikasi kolaborasi generasi masa depan yang berkantor pusat di Singapura, mengungkap bahwa 94% responden menginginkan untuk terus bekerja secara fleksibel -- dan keinginan ini datang dari Singapura, sebuah negara yang kondisi lalu lintasnya tidak serumit kemacetan di Jabodetabek, namun para pekerja profesional tetap mengalami kesulitan untuk menerapkan 'work-life balance'.
Lihat Juga :