Ilmuwan Top Dunia Ungkap Sesuatu yang Paling Menakutkan di Lautan
Selasa, 14 Desember 2021 - 20:03 WIB
Kepunahan massal bisa menghantam Bumi dalam “satu atau dua abad” karena jumlah karbon di lautan telah berlebihan.
Daniel Rothman, seorang profesor geofisika di MIT, memperingatkan ambang batas kritis untuk elemen di laut adalah sekitar 300 gigaton dalam satu abad, tetapi pada tahun 2100, mungkin ada 500 gigaton sebagai gantinya.
Setelah ambang batas karbon dilewati, kekacauan akan terjadi di planet ini dan umat manusia akan sepenuhnya musnah, tulis laporan SPUTNIK.
Namun yang menakutkan, ilmuwan tersebut mengatakan jika dunia saat ini berada dalam peristiwa kepunahan massal, kita bahkan mungkin tidak mengetahuinya.
Jika ambang batas karbon dilewati, dunia bisa menjadi tidak cocok untuk kehidupan manusia.
Karena mereka tidak terjadi dalam semalam dan cenderung terjadi selama bertahun-tahun, tidak dijamin siapa pun akan menyadarinya sampai terlambat.
''Apa yang kita lihat hari ini sangat serius. Namun, saya tidak tahu seberapa banyak yang diperlukan untuk membawa kita ke titik kritis yang akan menciptakan bencana global bagi ekosistem global,'' tutur Daniel kepada The Times of Israel.
Daniel Rothman, seorang profesor geofisika di MIT, memperingatkan ambang batas kritis untuk elemen di laut adalah sekitar 300 gigaton dalam satu abad, tetapi pada tahun 2100, mungkin ada 500 gigaton sebagai gantinya.
Setelah ambang batas karbon dilewati, kekacauan akan terjadi di planet ini dan umat manusia akan sepenuhnya musnah, tulis laporan SPUTNIK.
Namun yang menakutkan, ilmuwan tersebut mengatakan jika dunia saat ini berada dalam peristiwa kepunahan massal, kita bahkan mungkin tidak mengetahuinya.
Jika ambang batas karbon dilewati, dunia bisa menjadi tidak cocok untuk kehidupan manusia.
Karena mereka tidak terjadi dalam semalam dan cenderung terjadi selama bertahun-tahun, tidak dijamin siapa pun akan menyadarinya sampai terlambat.
''Apa yang kita lihat hari ini sangat serius. Namun, saya tidak tahu seberapa banyak yang diperlukan untuk membawa kita ke titik kritis yang akan menciptakan bencana global bagi ekosistem global,'' tutur Daniel kepada The Times of Israel.
Lihat Juga :