Ilmuwan Temukan Cara Air Tetap Mencair pada Suhu Minus 44 Derajat Celcius, Ini Manfaatnya
Senin, 13 Desember 2021 - 11:38 WIB
Ada dua kunci dalam terobosan penemuan ini, yaitu tetesan yang sangat kecil dan permukaan yang sangat lembut. Para ilmuwan mulai dengan tetesan ukuran 150 nanometer hingga sekecil 2 nanometer. Ukuran itu tidak lebih besar dari partikel virus influenza. Ukuran tetesan ini membantu para peneliti mengungkap peran ukuran dalam transformasi dari air menjadi es.
"Kami menguji semua rentang ukuran ini sehingga dapat memahami di mana kondisi es akan terbentuk, pada suhu berapa dan berapa ukurannya," kata Hadi Ghasemi, seorang profesor teknik mesin di University of Houston kepada Live Sains yang dikutip SINDOnews, Senin (13/12/2021).
Sedangkan untuk bahan lunak yang digunakan adalah oktan, minyak yang mengelilingi setiap tetesan dalam pori-pori skala nano dari membran aluminium oksida anodized. Itu memungkinkan tetesan mengambil bentuk yang lebih bulat dengan tekanan yang lebih besar. (Baca juga; Cara Bertahan Hidup di Kutub Selatan versi Warga yang Tinggal di Antartika )
Para ilmuwan kondisi tersebut sangat penting untuk mencegah pembentukan es pada suhu rendah ini. "Dan yang lebih penting, kami menemukan bahwa jika tetesan air ditutupi dengan beberapa bahan lunak, suhu beku dapat ditekan ke suhu yang sangat rendah," lanjut Hadi Ghsemi.
Karena pada dasarnya tidak mungkin untuk mengamati proses pembekuan pada skala kecil ini, para peneliti menggunakan ukuran konduktansi listrik, karena es lebih konduktif daripada air, dan cahaya yang dipancarkan dalam spektrum inframerah untuk menangkap momen dan suhu yang tepat ketika berubah dari air menjadi es.
"Kami menguji semua rentang ukuran ini sehingga dapat memahami di mana kondisi es akan terbentuk, pada suhu berapa dan berapa ukurannya," kata Hadi Ghasemi, seorang profesor teknik mesin di University of Houston kepada Live Sains yang dikutip SINDOnews, Senin (13/12/2021).
Sedangkan untuk bahan lunak yang digunakan adalah oktan, minyak yang mengelilingi setiap tetesan dalam pori-pori skala nano dari membran aluminium oksida anodized. Itu memungkinkan tetesan mengambil bentuk yang lebih bulat dengan tekanan yang lebih besar. (Baca juga; Cara Bertahan Hidup di Kutub Selatan versi Warga yang Tinggal di Antartika )
Para ilmuwan kondisi tersebut sangat penting untuk mencegah pembentukan es pada suhu rendah ini. "Dan yang lebih penting, kami menemukan bahwa jika tetesan air ditutupi dengan beberapa bahan lunak, suhu beku dapat ditekan ke suhu yang sangat rendah," lanjut Hadi Ghsemi.
Karena pada dasarnya tidak mungkin untuk mengamati proses pembekuan pada skala kecil ini, para peneliti menggunakan ukuran konduktansi listrik, karena es lebih konduktif daripada air, dan cahaya yang dipancarkan dalam spektrum inframerah untuk menangkap momen dan suhu yang tepat ketika berubah dari air menjadi es.
Lihat Juga :