Menelusuri Jejak Islam yang Tersembunyi dari Bangunan Bersejarah Kota Madrid

Sabtu, 11 Desember 2021 - 19:59 WIB
Madrid juga merupakan salah satu rantai kantong militer yang dibentengi di sepanjang perbatasan antara Muslim Al-Andalus dan kerajaan Kristen di utara. Pada akhir abad ke-11, orang-orang Kristen menaklukkan Mayrit, namun populasi Muslim yang cukup besar tetap tinggal di sana sampai pengusiran pada tahun 1609.

Madrid sekarang menjadi rumah bagi sekitar 300.000 Muslim. Populasi Muslim Spanyol telah berkembang menjadi sekitar dua juta dalam beberapa dekade terakhir karena migrasi, dengan sebagian besar berasal dari Maroko, Aljazair, Nigeria, Senegal dan Pakistan. Banyak yang akhirnya menjadi warga negara Spanyol.

La Moreria, kawasan di mana Muslim tinggal setelah penaklukan Kristen, sekarang menjadi lingkungan yang semarak, labirin jalan-jalan sempit berliku yang penuh dengan teras, bar tapas, kafe, restoran, dan gereja serta museum tertua di kota itu.

Pengaruh para pendiri Muslim terlihat dari bangunan-bangunan mudejar tertua di kota itu dan sisa-sisa tembok abad kesembilan yang dilestarikan. Salah satunya di sebuah taman yang tenang yang dinamai menurut nama penguasa pertama kota itu, Parque Mohamed I. (Baca juga; Prasasti Waqfiyya Ungkap Dokumentasi Wakaf Dua Desa di Palestina pada Abad Ke-9 )

Istilah mudejar mengacu kepada gaya arsitektur dan dekorasi Iberia pada abad pertengahan, khususnya Aragon dan Kastilia, yang sangat dipengaruhi oleh cita rasa dan keahlian ala Moor. Ada elemen dekoratif gaya arsitektur Eropa, yang dicirikan oleh batu bata yang halus dan ubin berlapis kaca.



“Masa lalu jauh lebih beragam, tidak hanya soal konflik dan pertumpahan darah. Itu juga merupakan periode kerja sama, perdagangan, dan banyak hal menarik yang tidak terlalu terlihat dalam citra kolektif yang dimiliki orang Spanyol tentang Al-Andalus," kata Oulad Mohammed, 36, seorang aktivis komunitas Madrid dikutip SINDOnews dari laman Middleeasteye (MEE), Sabtu (11/12/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!