Kutukan Raja Tutankhamun, Berkembang di Antara Mitos dan Persaingan Terselubung

Minggu, 28 November 2021 - 15:01 WIB
Ketika penemuan makam Raja Tutankhamun, kata Jasmine Day, cerita tentang kutukan mumi semakin menjadi. Jasmine Day mengungkapkan adanya hak eksklusif untuk salah satu media dalam terkait penemuan makam Raja Tutankhamun dan menutup akses media lain untuk memperoleh informasi menimbulkan kemarahan. Untuk itu, media lain memuat cerita yang dikaitkan tentang kutukan mumi. (Baca juga; Arkeolog Mesir Ungkap Kelicikan Raja Ay Menukar Makam Tutankhamun )

"Di antara wartawan yang tidak puas adalah Arthur Weigall, seorang jurnalis, novelis, mantan ahli Mesir Kuno dan saingan berat Howard Carter," kata Day. Ketika Carnarvon meninggal, "Weigall menerkam, mengklaim bahwa kutukan Tutankhamun telah membunuhnya," kata Day seraya menambahkan, meskipun Weigall dilaporkan tidak percaya pada kutukan itu.

Secara ilmiah, penelitian yang dilakukan Mark Nelson, profesor epidemiologi dan pengobatan pencegahan di Universitas Monash di Australia, tidak menemukan bukti mereka yang masuk ke dalam makam Raja Tutankhamun meninggal pada usia muda. Studinya memeriksa catatan 25 orang yang bekerja atau mendatangi makam Raja Tut tak lama setelah ditemukan.

Rata-rata, orang-orang yang masuk ke dalam makam itu ternyata hidup sampai usia 70 tahun, usia yang cukup panjang untuk masa pertengahan abad ke-20. Studi ini menegaskan, "tidak ada bukti yang mendukung keberadaan kutukan mumi," tulis Nelson dalam makalah tahun 2002 yang diterbitkan di British Medical Journal.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!