Gedung Pencakar Langit Penjernih Polusi Udara, Hilangkan 1.000 Ton Karbon Setara 48.500 Pohon
Jum'at, 19 November 2021 - 19:17 WIB
Bangunan gedung pencakar langit ini menggunakan berbagai pendekatan untuk menyerap karbon. Mulai dari konstruksi yang menggunakan bahan penyerap karbon, menambahkan tanaman dan ganggang (untuk bahan bakar, energi dan makanan), serta teknologi penangkapan udara. (Baca juga; Gokil, Pekerja Gedung Pencakar Langit Pasang Perancah Tanpa Sabuk dan Jaring Pengaman )
Bahan bangunan yang digunakan gedung pencakar langit ini, adalah bio-bata, biocrete, hempcrete, dan kayu. Semua bahan itu lebih sedikit menghasilkan karbon dan beberapa di antaranya terus menyerap karbon dari waktu ke waktu. Penggunaan bahan bangunan ini untuk mengurangi dampak karbon dari konstruksi hingga 50 persen dibandingkan dengan menggunakan beton dan baja.
Terakhir dibantu dengan 'efek tumpukan' pada desain gedung bertingkat, yang mampu menarik udara ke tengah gedung untuk memproses ekstraksi karbon, sekaligus berkontribusi pada sistem energi bersih pada bangunan tersebut. “Kami menyatukan ide-ide desain baru dengan solusi berbasis alam, teknologi penyerapan karbon dan mengintegrasikannya dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” lanjut Kent Jackson.
Karbon yang ditangkap dapat digunakan untuk memproduksi biomaterial untuk jalan, trotoar, pipa dan barang-barang lainnya untuk mengembangkan infrastruktur perkotaan. Desain Urban Sequoia diperkirakan mampu bertahan setidaknya sampai 60 tahun dan mampu menyerap 4 kali karbon yang dilepaskan sebagai hasil konstruksinya.
Bahan bangunan yang digunakan gedung pencakar langit ini, adalah bio-bata, biocrete, hempcrete, dan kayu. Semua bahan itu lebih sedikit menghasilkan karbon dan beberapa di antaranya terus menyerap karbon dari waktu ke waktu. Penggunaan bahan bangunan ini untuk mengurangi dampak karbon dari konstruksi hingga 50 persen dibandingkan dengan menggunakan beton dan baja.
Terakhir dibantu dengan 'efek tumpukan' pada desain gedung bertingkat, yang mampu menarik udara ke tengah gedung untuk memproses ekstraksi karbon, sekaligus berkontribusi pada sistem energi bersih pada bangunan tersebut. “Kami menyatukan ide-ide desain baru dengan solusi berbasis alam, teknologi penyerapan karbon dan mengintegrasikannya dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” lanjut Kent Jackson.
Karbon yang ditangkap dapat digunakan untuk memproduksi biomaterial untuk jalan, trotoar, pipa dan barang-barang lainnya untuk mengembangkan infrastruktur perkotaan. Desain Urban Sequoia diperkirakan mampu bertahan setidaknya sampai 60 tahun dan mampu menyerap 4 kali karbon yang dilepaskan sebagai hasil konstruksinya.
(wib)
Lihat Juga :