7 Manuskrip Kuno Paling Misterius yang Belum Terpecahkan hingga Kini
Senin, 08 November 2021 - 15:07 WIB
BACA JUGA: Pahai, Apa Itu Blind Spot pada Mobil dan Cara Menghindarinya
"Penulis menggunakan metode tradisional penafsiran kitab suci untuk menyimpulkan di mana harta karun itu mungkin disembunyikan," kata Davila kepada Live Science melalui email. Hingga kini dimana harta karun Raja Salomo dan Tabut Perjanjian disembunyikan masih misterius.
6. Copper Scroll
Copper scroll adalah teks Ibrani yang tertulis pada lembaran tembaga yang ditemukan di gua 3 di Qumran di Gurun Yudea bersama dengan Gulungan Laut Mati lainnya. Teks tersebut mencatat rincian sejumlah besar harta karun yang terpendam yang meliputi emas, perak, bejana, dan koin.
Gulungan tembaga itu bertanggal sekitar tahun 70 M, saat tentara Romawi mengepung Yerusalem dan kuil kedua dihancurkan.Para sarjana terus memperdebatkan apakah harta karun yang digambarkan dalam gulungan itu nyata atau mitos.
Sampai saat ini, tidak ada harta terpendam sebesar yang dijelaskan dalam Gulungan Tembaga telah ditemukan di Israel atau Palestina. Jika harta itu nyata, itu bisa ditemukan di zaman kuno.
7. Buku Pegangan Ritual
Kodeks 20 halaman ini berasal dari sekitar 1.300 tahun yang lalu dan ditulis dalam bahasa Koptik. Ini berisi berbagai mantra dan formula magis, termasuk mantra cinta, mantra untuk menyembuhkan penyakit kuning, ilmu hitam, dan instruksi tentang cara melakukan eksorsisme.
Teks tersebut mungkin ditulis oleh sekelompok Shetians, sebuah sekte Kristen kuno yang menjunjung tinggi Seth, putra ketiga Adam dan Hawa. Pembukaan teks merujuk pada sosok misterius bernama "Baktiotha," yang identitasnya tidak diketahui.
BACA JUGA: 160 Planet Mirip Bumi Ditemukan, Ilmuwan Butuh Teleskop Canggih untuk Mengintipnya
"Saya berterima kasih kepada Anda dan saya memanggil Anda, Baktiotha: Yang agung, yang sangat dapat dipercaya; yang berkuasa atas empat puluh dan sembilan jenis ular," bunyi terjemahan teks tersebut.
Para peneliti yang menerjemahkan dan menganalisis teks menyebutnya sebagai "Buku Pegangan Kekuatan Ritual." Sekarang disimpan di Museum of Ancient Cultures di Macquarie University di Sydney.
Universitas membeli kodeks pada tahun 1981 dari pedagang barang antik yang berbasis di Wina bernama Michael Fackelmann. Dari mana Fackelmann mendapatkannya tidak diketahui.
"Penulis menggunakan metode tradisional penafsiran kitab suci untuk menyimpulkan di mana harta karun itu mungkin disembunyikan," kata Davila kepada Live Science melalui email. Hingga kini dimana harta karun Raja Salomo dan Tabut Perjanjian disembunyikan masih misterius.
6. Copper Scroll
Copper scroll adalah teks Ibrani yang tertulis pada lembaran tembaga yang ditemukan di gua 3 di Qumran di Gurun Yudea bersama dengan Gulungan Laut Mati lainnya. Teks tersebut mencatat rincian sejumlah besar harta karun yang terpendam yang meliputi emas, perak, bejana, dan koin.
Gulungan tembaga itu bertanggal sekitar tahun 70 M, saat tentara Romawi mengepung Yerusalem dan kuil kedua dihancurkan.Para sarjana terus memperdebatkan apakah harta karun yang digambarkan dalam gulungan itu nyata atau mitos.
Sampai saat ini, tidak ada harta terpendam sebesar yang dijelaskan dalam Gulungan Tembaga telah ditemukan di Israel atau Palestina. Jika harta itu nyata, itu bisa ditemukan di zaman kuno.
7. Buku Pegangan Ritual
Kodeks 20 halaman ini berasal dari sekitar 1.300 tahun yang lalu dan ditulis dalam bahasa Koptik. Ini berisi berbagai mantra dan formula magis, termasuk mantra cinta, mantra untuk menyembuhkan penyakit kuning, ilmu hitam, dan instruksi tentang cara melakukan eksorsisme.
Teks tersebut mungkin ditulis oleh sekelompok Shetians, sebuah sekte Kristen kuno yang menjunjung tinggi Seth, putra ketiga Adam dan Hawa. Pembukaan teks merujuk pada sosok misterius bernama "Baktiotha," yang identitasnya tidak diketahui.
BACA JUGA: 160 Planet Mirip Bumi Ditemukan, Ilmuwan Butuh Teleskop Canggih untuk Mengintipnya
"Saya berterima kasih kepada Anda dan saya memanggil Anda, Baktiotha: Yang agung, yang sangat dapat dipercaya; yang berkuasa atas empat puluh dan sembilan jenis ular," bunyi terjemahan teks tersebut.
Para peneliti yang menerjemahkan dan menganalisis teks menyebutnya sebagai "Buku Pegangan Kekuatan Ritual." Sekarang disimpan di Museum of Ancient Cultures di Macquarie University di Sydney.
Universitas membeli kodeks pada tahun 1981 dari pedagang barang antik yang berbasis di Wina bernama Michael Fackelmann. Dari mana Fackelmann mendapatkannya tidak diketahui.
(ysw)
Lihat Juga :