7 Manuskrip Kuno Paling Misterius yang Belum Terpecahkan hingga Kini

Senin, 08 November 2021 - 15:07 WIB
Manuskrip kuno yang ditulis dari ratusan hingga ribuan tahun lalu dapat mengungkapkan banyak hal tentang budaya kuno. Foto/dok
JAKARTA - Manuskrip kuno yang ditulis dari ratusan hingga ribuan tahun lalu dapat mengungkapkan banyak hal tentang budaya kuno jika berhasil diterjemahkan. Sayangnya, tak semua manuskrip itu berhasil dipecahkan oleh arkeolog untuk mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.

Beberapa manuskrip benar-benar membingungkan para arkeolog dan ilmuwan lain, sementara yang lain telah mengungkapkan maknanya yang cukup menarik. Dari buku Mesir yang penuh dengan mantra sihir hingga teks kuno yang ditulis dalam bahasa yang tidak dikenal masih coba diterjemahkan hingga kini.



Berikut 7 manuskrip kuno paling misterius yang belum terpecahkan hingga kini yang dikutip dari Live Science:

1.Liber Linteus



Teks kuno ini ditulis dalam bahasa Etruscan, bahasa yang digunakan di Italia pada zaman kuno di atas kain yang biasa digunakan untuk membungkus mumi. Berasal dari sekitar 2.200 tahun, mumi dan bungkusnya yang dilepas sekarang berada di Museum Zagreb di Kroasia.

BACA: 10 Harta Kuno Paling Berharga di Dunia yang Hilang Misterius

Arti manuskrip kuno tidak sepenuhnya jelas dan diklasifikasikan sebagai kalender pemakaman di masa lalu atau sebagai kalender ritual. Sayangnya itu baru perkiraan karena ilmuwan belum berhasil memecahkan tulisan kuno tersebut.

2. Injil Maria



Gospel of The Lots Mary atau Injil Maria adalah teks kuno yang disebut-sebut merupakan Injil yang tiada duanya. Ditulis dalam bahasa Koptik (bahasa Mesir) dan berasal dari sekitar 1.500 tahun yang lalu.

Kitab ini tidak membahas kehidupan Yesus, melainkan berisi serangkaian 37 nubuat, dengan hanya beberapa kata yang menyebutkan Yesus.

Pembukaan kitab dimulai sebagai berikut: "Injil tentang Maria, ibu dari Tuhan Yesus Kristus, dia yang kepadanya Malaikat Jibril membawa kabar baik. Dia yang akan maju dengan sepenuh hatinya akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Hanya saja, jangan berpikiran dua."

Teks itu sekarang berada di Universitas Harvard, diuraikan, dan rinciannya diterbitkan pada tahun 2014 oleh Anne Marie Luijendijk, seorang profesor di Departemen Agama di Universitas Princeton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!