Baterai Lithium-ion dari Bahan Daur Ulang Diklaim Dapat Bertahan Lebih Lama

Selasa, 02 November 2021 - 19:41 WIB
Wang dan rekan-rekannya menggunakan baterai bekas dan mengekstrak elektroda. Kemudian melarutkan logam dari bit baterai tersebut dalam larutan asam. Untuk menghilangkan kotoran besi dan tembaga, dengan mengubah pH larutan. (Baca juga; Inovatif, Mahasiswa UB Buat Baterai Mobil Listrik dari Tempurung Kelapa )

Tujuannya untuk memulihkan lebih dari 90 persen tiga logam utama, yaitu nikel, mangan, dan kobalt. Setelah tiga logam dasar ini bersih kemudian dibentuk sebagai dasar untuk bahan katoda. Kemudian katoda daur ulang ini digunakan dalam baterai Lithium-ion.

Dalam pengujian, baterai ini mampu mempertahankan kapasitasnya untuk menyimpan energi setelah digunakan berulang kali dan diisi ulang. Baterai dengan katoda daur ulang mengungguli baterai yang dibuat dengan bahan komersial baru dengan komposisi yang sama.

Setelah 11.600 siklus pengisian, baterai dengan katoda daur ulang baru kehilangan 30 persen kapasitas awalnya. Itu setara dengan 50 persen lebih baik dari 7.600 siklus pengisian baterai dengan katoda baru. “Dari ribuan siklus ekstra itu diketahui bahwa kinerja baterai (daur ulang) masih lebih baik,” kata Wang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!