Kasus Langka, Simpanse Liar di Afrika Terkena Kusta
Kamis, 14 Oktober 2021 - 21:13 WIB
Sebelumnya para ahli biologi memperhatikan bahwa salah satu simpanse jantan dewasa bernama Woodstock, memiliki lesi seperti kusta di wajahnya. Lesi itu tumbuh dan berkembang lebih banyak selama dua tahun berikutnya.
"Pengambilan sampel tinja dan analisis DNA sekali lagi mengungkapkan keberadaan lepra di alam liar," kata Hocking.
Hampir tidak ada yang diketahui tentang bagaimana simpanse terpapar bakteri, bagaimana penyakit ini ditularkan antar individu, dan berapa lama simpanse yang terinfeksi dapat bertahan hidup, kata Hockings.
"Kami baru mengetahui keberadaan dan penularan kusta pada satwa liar," kata Hockings kepada Live Science.
Kusta adalah penyakit menular yang menyerang manusia dan disebabkan oleh bakteri M. leprae. Penyakit ini diidentifikasi para ilmuwan pada akhir abad ke-19. Bakteri berpindah antara manusia dari cairan hidung dan mulut selama kontak dengan penderita.
"Pengambilan sampel tinja dan analisis DNA sekali lagi mengungkapkan keberadaan lepra di alam liar," kata Hocking.
Hampir tidak ada yang diketahui tentang bagaimana simpanse terpapar bakteri, bagaimana penyakit ini ditularkan antar individu, dan berapa lama simpanse yang terinfeksi dapat bertahan hidup, kata Hockings.
"Kami baru mengetahui keberadaan dan penularan kusta pada satwa liar," kata Hockings kepada Live Science.
Kusta adalah penyakit menular yang menyerang manusia dan disebabkan oleh bakteri M. leprae. Penyakit ini diidentifikasi para ilmuwan pada akhir abad ke-19. Bakteri berpindah antara manusia dari cairan hidung dan mulut selama kontak dengan penderita.
Lihat Juga :