Super-Canggih, Hacker Bobol Database Penyedia Dark Web

Selasa, 02 Juni 2020 - 13:40 WIB
Under the Breach mengatakan, data yang bocor bisa dipakai untuk mengetahui pemilik dari email-email yang bocor dan portal dark web. "Informasi ini bisa membantu penegak hukum melacak pihak-pihak yang menjalankan atau ikut serta dalam aktivitas ilegal di situs dark web," ungkap Under the Breach.

Lebih lanjut dijelaskan, jika pemilik website memindahkan portal dark web mereka ke penyedia hosting baru. Namun mereka tetap memakai password lama, maka hacker bisa mengambil alih akun mereka.

Lebih lanjut, jika pemilik situs memindahkan portal dark web mereka ke penyedia hosting baru tetapi menggunakan kata sandi lama, hacker tetap dapat mengambil alih akun baru mereka -jika mereka membobol sandi hash DH yang bocor.

Ini bukan pertama kalinya hosting DH dibobol. Situs ini sebelumnya diretas pada November 2018, ketika penyusup meretas back end database server dan menghapus seluruh domain di dalamnya.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!