Lithuania Minta Warganya Tak Pakai 2 Merek Smartphone Buatan China

Sabtu, 25 September 2021 - 10:03 WIB
Ada juga risiko kemungkinan pembatasan kebebasan berekspresi dengan ponsel Xiaomi, yang berisi fitur penyaringan konten untuk 449 kata kunci atau grup kata kunci dalam karakter China.

Mereka memperingatkan bahwa fungsi tersebut dapat diaktifkan kapan saja dan tidak menutup kemungkinan bahwa kata-kata yang menggunakan karakter Latin dapat ditambahkan. Menurut laporan Lithuania, aplikasi menerima daftar kata dan frasa yang disensor dan mampu memblokirnya.

Pusat keamanan siber yang merupakan lembaga Kementerian Pertahanan juga menyelidiki ponsel buatan perusahaan China lainnya, OnePlus, tetapi tidak menemukan masalah.

“Kami sangat menyarankan agar lembaga negara dan publik tidak menggunakan perangkat itu dan berencana untuk memulai undang-undang yang mengatur pengadaan perangkat tertentu untuk kementerian dan berbagai lembaga negara.” kata Wakil Menteri Pertahanan Margiris Abukevicius.

Seorang juru bicara Huawei di Lithuania membantah tuduhan tersebut. Sementara Xiaomi menolak berkomentar.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!