Rumah Sakit Melaporkan Efek Menakutkan COVID-19 Setelah Perawatan di ICU
Jum'at, 24 September 2021 - 07:29 WIB
"Hasil ini sejalan dengan data sebelumnya yang menunjukkan tingginya insiden delirium pada pasien yang sakit kritis dengan COVID-19 ," para penulis menyimpulkan.
Selain itu, durasi rata-rata delirium (10 hari) relatif lama dibandingkan dengan populasi sakit kritis lainnya. Belum jelas apakah gangguan parah ini adalah akibat dari virus SARS-CoV-2 itu sendiri, yang tampaknya menyebabkan sejumlah gejala neurologis.
BACA JUGA: Apple Kembangkan Perangkat Deteksi Stres dan Autisme
"Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti alasan lain mengapa vaksinasi sangat penting untuk mencegah penyakit semakin parah," kata ahli anestesi Phillip Vlisides dari Michigan Medicine.
Dalam studi baru di Michigan, misalnya, pasien yang mengalami delirium lebih lama tinggal di rumah sakit dan ICU. Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dengan mengandalkan ventilasi mekanis.
"Cara kreatif apa pun yang dapat kita terapkan dalam protokol pencegahan delirium kemungkinan akan sangat membantu," kata Vlisides.
Selain itu, durasi rata-rata delirium (10 hari) relatif lama dibandingkan dengan populasi sakit kritis lainnya. Belum jelas apakah gangguan parah ini adalah akibat dari virus SARS-CoV-2 itu sendiri, yang tampaknya menyebabkan sejumlah gejala neurologis.
BACA JUGA: Apple Kembangkan Perangkat Deteksi Stres dan Autisme
"Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti alasan lain mengapa vaksinasi sangat penting untuk mencegah penyakit semakin parah," kata ahli anestesi Phillip Vlisides dari Michigan Medicine.
Dalam studi baru di Michigan, misalnya, pasien yang mengalami delirium lebih lama tinggal di rumah sakit dan ICU. Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dengan mengandalkan ventilasi mekanis.
"Cara kreatif apa pun yang dapat kita terapkan dalam protokol pencegahan delirium kemungkinan akan sangat membantu," kata Vlisides.
Lihat Juga :