Arkeolog Ungkap Manusia Purba Hindari Perkawinan Saudara Sedarah

Jum'at, 17 September 2021 - 09:02 WIB
Semakin dekat orang tua terkait, semakin panjang dan lebih banyak segmen identik tersebut.

"Dengan menerapkan teknik baru ini, kami dapat menyaring lebih dari sepuluh kali lebih banyak genom purba daripada sebelumnya," kata Harald Ringbauer dari MPI-EVA, peneliti utama studi tersebut.

Selain mengidentifikasi perkawinan kerabat dekat, metode baru ini juga memungkinkan para peneliti mempelajari keterkaitan latar belakang. Keterkaitan tersebut berasal dari biasanya banyak hubungan jauh yang tidak diketahui dalam populasi kecil.

Sebagai hasil utama, para peneliti menemukan dampak demografi yang substansial dari inovasi pertanian. Hal ini selalu diikuti oleh penurunan yang mencolok dalam hubungan latar belakang orang tua, yang menunjukkan peningkatan ukuran populasi.

Dengan menganalisis transek waktu lebih dari selusin wilayah geografis di seluruh dunia, para peneliti memperluas bukti sebelumnya bahwa ukuran populasi meningkat dalam masyarakat yang mempraktikkan pertanian dibandingkan dengan strategi subsisten pemburu-pengumpul.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!