Peringati Hari Aksara Internasional, Yogyakarta Ingin Jadi Kota Hanacaraka

Senin, 06 September 2021 - 13:41 WIB
Selain itu, Dinas Kebudayaan DIY juga bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam hal proses pendaftaran standarisasi fon dan papan tombol aksara Jawa ke Badan Standarisasi Nasional (BSN) bersama Aksara Sunda dan Bali.

Menurut Amrih, terdapat tiga hal yang perlu didorong dalam memasifkan penggunaan aksara. Diantaranya pelaziman dalam kehidupan sehari - hari, ranah pembelajaran dan ranah birokrasi untuk dipergunakan secara intensif.

“Tentunya kami sangat mendorong siapapun, anggota masyarakat, Jogja khususnya dapat menunjukkan dukungan massif atas inisiatif ini. Momentum HAI dapat kita jadikan sebagai jalan untuk memaknai kembali keistimewaan Yogjakarta agar lebih dapat dirasakan dan diperlihatkan dengan penuh kebanggaan,” ucap Amrih.

Di tempat terpisah, Heru Nugroho selaku Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Pemasaran, dan Kerjasama mengatakan bahwa Hari Aksara Internasional sejalan dengan salah satu program strategisnya PANDI, yaitu Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN). Menurut Heru, penyematan Yogyakarta sebagai Kota Hanacaraka merupakan sebuah bentuk upaya yang baik dalam membangun semangat gelora budaya aksara jawa.

“Kami (PANDI) menganggap bahwa gagasan tentang kota Yogja menjadi kota Hanacaraka itu sangat luar biasa, sesuai dengan sebagai spirit kami dalam membangun program MIMDAN ini. Kami menganggap bahwa aksara itu adalah sebuah dasar budaya, Yogja dengan budaya jawanya yang cukup kental, bahkan bisa dianggap sebagai lokomotif, untuk membawa gerbong kebudayaan jawa itu sangat luar biasa. Jadi gagasan tentang Yogja sebagai kota Hanacaraka top, luar biasa,” pungkas Heru.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!