Arkeolog Temukan Sumber Harta Karun Raja Salomon di Lembah Timna
Senin, 23 Agustus 2021 - 14:01 WIB
BACA JUGA: 7 Cara Menghilangkan Kecoa dari Dalam Mobil
Dr Mohammad Najjar, dari Friends of Archaeology of Jordan, menjelaskan bahwa logam saat itu mirip dengan minyak mentah saat ini. "Karena Anda tidak dapat melakukannya tanpa minyak, dan pada saat itu Anda tidak dapat melakukannya tanpa tembaga."
Tembaga adalah titik balik radikal dalam sejarah manusia. Untuk pertama kalinya, orang mengekstrak logam dari batu dan mengubahnya menjadi alat dan senjata.
Dr Najjar menggambarkan momen itu sebagai "lompatan kuantum" ketika manusia mulai memproduksi bahan mereka sendiri. Melalui proses peleburan, tembaga tersebut dipisahkan dari bijih alaminya di dalam batuan.
Bijih harus dipanaskan sampai 2.000 F°, dan untuk mencapai suhu seperti itu, pekerja harus terus menerus meniup api melalui pipa. Butuh berjam-jam untuk mendapatkan tembaga dalam bentuknya yang murni.
Dr Mohammad Najjar, dari Friends of Archaeology of Jordan, menjelaskan bahwa logam saat itu mirip dengan minyak mentah saat ini. "Karena Anda tidak dapat melakukannya tanpa minyak, dan pada saat itu Anda tidak dapat melakukannya tanpa tembaga."
Tembaga adalah titik balik radikal dalam sejarah manusia. Untuk pertama kalinya, orang mengekstrak logam dari batu dan mengubahnya menjadi alat dan senjata.
Dr Najjar menggambarkan momen itu sebagai "lompatan kuantum" ketika manusia mulai memproduksi bahan mereka sendiri. Melalui proses peleburan, tembaga tersebut dipisahkan dari bijih alaminya di dalam batuan.
Bijih harus dipanaskan sampai 2.000 F°, dan untuk mencapai suhu seperti itu, pekerja harus terus menerus meniup api melalui pipa. Butuh berjam-jam untuk mendapatkan tembaga dalam bentuknya yang murni.
(ysw)
Lihat Juga :