Tolak Penyebaran Hoax, Barisan Kantong Mayat Tersusun di Kantor Facebook

Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:02 WIB
Menurut CCDH, 12 orang bertanggung jawab atas 65 persen pembagian pengiriman anti-vaksin di situs media sosial, termasuk Instagram dan Twitter.

Kepala eksekutif CCDH Imran Ahmed mengatakan kelompok itu menyalahgunakan platform media sosial dengan salah mengartikan ancaman Covid-19 dan menyebarkan berita palsu tentang keamanan vaksin.

Sebelumnya, tim ahli menganalisis lebih dari 812.000 postingan di Facebook dan Twitter yang diposting antara 1 Februari hingga 16 Maret.

Dari 689.000 pengiriman anti-vaksin yang terdeteksi di Facebook, sebanyak 73 persen berasal dari selusin disinformasi
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!