Polutif, Babi Hutan Lebih Berbahaya Dibanding Jutaan Mobil
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:00 WIB
"Babi hutan itu seperti traktor yang tengah membajak ladang. Mereka membalik-balikkan tanah untuk mencari makanan," kata Dr Christopher O'Bryan, peneliti dari University of Queensland.
Ulah babi hutan, yang menggali tanah untuk mencari makanan, justru menghasilkan kabondioksida . Pasalnya menurut Christopher O'Bryan tanah mengandung tiga kali lebih banyak karbondioksida daripada yang ada di atmosfer. Hal ini sama seperti saat manusia membajak tanah dengan menggunakan traktor. Bedanya ulah babi hutan menggali tanah jauh lebih masif daripada manusia membajak tanah.
Dalam pemetaan yang mereka lakukan diketahui babi hutan bisa menggali tanah hingga seluas 36.000 hingga 124.000 kilometer per segi. Parahnya lagi tanah yang digali oleh mereka justru bukan merupakan wilayah dimana mereka tinggal.
"Ini adalah jumlah tanah yang sangat besar, dan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan tanah dan emisi karbon, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan yang sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan," tambah Christopher O'Bryan.
Ulah babi hutan, yang menggali tanah untuk mencari makanan, justru menghasilkan kabondioksida . Pasalnya menurut Christopher O'Bryan tanah mengandung tiga kali lebih banyak karbondioksida daripada yang ada di atmosfer. Hal ini sama seperti saat manusia membajak tanah dengan menggunakan traktor. Bedanya ulah babi hutan menggali tanah jauh lebih masif daripada manusia membajak tanah.
Dalam pemetaan yang mereka lakukan diketahui babi hutan bisa menggali tanah hingga seluas 36.000 hingga 124.000 kilometer per segi. Parahnya lagi tanah yang digali oleh mereka justru bukan merupakan wilayah dimana mereka tinggal.
"Ini adalah jumlah tanah yang sangat besar, dan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan tanah dan emisi karbon, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan yang sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan," tambah Christopher O'Bryan.
Lihat Juga :