Kota Emas Firaun Ditemukan, Semua Mata Dunia Tertuju ke Mesir
Sabtu, 10 April 2021 - 16:29 WIB
Hawass mengatakan jalan-jalan kota diapit oleh rumah-rumah, beberapa di antaranya memiliki tembok setinggi hampir 10 kaki.
Masih menurut pernyataan mereka, tim arkeologi menentukan tanggal pemukiman tersebutmelalui prasasti hieroglif yang ditemukan di bejana anggur, cincin, scarab, tembikar, dan batu bata lumpur dengan segel cartouche Raja Amenhotep III.
Sejauh ini, beberapa daerah kantong kota telah ditemukan. Di bagian selatan, para arkeolog menemukan toko roti dan dapur besar lengkap dengan oven dan tembikar untuk menyimpan makanan. Mereka juga menemukan distrik administrasi dan pemukiman yang dipagari oleh dinding zigzag dengan hanya satu pintu masuk, menunjukkan itu untuk memberikan keamanan.
Di area ketiga ada bengkel. Tim menemukan cetakan-cetakan untuk menghasilkan jimat dan ornamen, yang tampaknya untuk kuil dan makam.
"Di seluruh area yang digali, misi telah menemukan banyak alat yang digunakan dalam beberapa jenis aktivitas industri seperti pemintalan dan pertenunan," imbuh pernyataan para arkeolog, yang menyatakan bahwa terak pembuatan logam dan kaca juga telah ditemukan.
Di bagian lain kota, kuburan dua ekor sapi atau lembu ditemukan di sebuah ruangan. Dan di daerah lain ada sisa-sisa jasad, ditemukan dengan tangan terentang ke samping dan tali melilit lutut. Tim sedang menyelidiki kedua kasus tersebut untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang praktik sosial selama era itu.
Sebuah kuburan besar ditemukan di sebelah utara kota, serta sekelompok kuburan yang dipotong dari batu.
"Pekerjaan sedang dilakukan dan misi mengharapkan untuk mengungkap makam tak tersentuh yang penuh dengan harta karun," papar para arkeolog.
Masih menurut pernyataan mereka, tim arkeologi menentukan tanggal pemukiman tersebutmelalui prasasti hieroglif yang ditemukan di bejana anggur, cincin, scarab, tembikar, dan batu bata lumpur dengan segel cartouche Raja Amenhotep III.
Sejauh ini, beberapa daerah kantong kota telah ditemukan. Di bagian selatan, para arkeolog menemukan toko roti dan dapur besar lengkap dengan oven dan tembikar untuk menyimpan makanan. Mereka juga menemukan distrik administrasi dan pemukiman yang dipagari oleh dinding zigzag dengan hanya satu pintu masuk, menunjukkan itu untuk memberikan keamanan.
Di area ketiga ada bengkel. Tim menemukan cetakan-cetakan untuk menghasilkan jimat dan ornamen, yang tampaknya untuk kuil dan makam.
"Di seluruh area yang digali, misi telah menemukan banyak alat yang digunakan dalam beberapa jenis aktivitas industri seperti pemintalan dan pertenunan," imbuh pernyataan para arkeolog, yang menyatakan bahwa terak pembuatan logam dan kaca juga telah ditemukan.
Di bagian lain kota, kuburan dua ekor sapi atau lembu ditemukan di sebuah ruangan. Dan di daerah lain ada sisa-sisa jasad, ditemukan dengan tangan terentang ke samping dan tali melilit lutut. Tim sedang menyelidiki kedua kasus tersebut untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang praktik sosial selama era itu.
Sebuah kuburan besar ditemukan di sebelah utara kota, serta sekelompok kuburan yang dipotong dari batu.
"Pekerjaan sedang dilakukan dan misi mengharapkan untuk mengungkap makam tak tersentuh yang penuh dengan harta karun," papar para arkeolog.
(wbs)
Lihat Juga :