Ikan Mas Menu Favorit di Indonesia, tapi di Australia Jadi Hama Berbahaya
Minggu, 28 Maret 2021 - 20:20 WIB
Lebih lanjut dia mengutarakan, ketika ikan mas mulai mendapatkan di atas 100 kg per hektare, maka mereka mulai berdampak pada semua jenis biota, vegetasi air, ikan asli, semua burung dan hewan lainnya. “Di beberapa lahan basah, kami menemukan tingkat hingga 1.000 kg per hektare -jauh di atas apa yang kami ketahui menyebabkan dampak pada lingkungan kami," imbuhnya.
Dr Lyon, mengatakan, beberapa situs adalah lahan basah di Victoria tengah, lahan basah dataran banjir di Lower Murray-Darling Basin Australia Selatan, dan daerah tangkapan Sungai Lachlan.
Ikan mas (Cyprinus carpio) dikenal karena menyedot lumpur dan berdampak negatif pada kualitas air. Karena itu, ikan itu merupakan ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati Australia.
Mengontrol Populasi
Pemerintah federal pertama kali mengumumkan dana USD15 juta untuk Rencana Pengendalian Ikan Mas Nasional dan penelitian tentang potensi pelepasan virus herpes ikan mas yang kontroversial (Cyprinid herpesvirus-3). Virus ini dijadikan sebagai agen pengendali biologis untuk hama pada Mei 2016. Tetapi rencana tersebut telah ditunda beberapa kali dan tetap tidak lengkap.
Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan mengatakan sedang bekerja dengan Perusahaan Penelitian dan Pengembangan Perikanan (FRDC) dan Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran (CSIRO), untuk menyelesaikan penelitian yang sedang berlangsung. Penelitian diharapkan akan selesai pada paruh kedua tahun 2021.
Departemen tersebut, mengatakan, selain mengintegrasikan penelitian ilmiah yang tersisa, rencana tersebut hampir selesai dan akan dipertimbangkan oleh semua Pemerintah Australia dan dirilis ke publik setelah selesai.
Dr Lyon, mengatakan, beberapa situs adalah lahan basah di Victoria tengah, lahan basah dataran banjir di Lower Murray-Darling Basin Australia Selatan, dan daerah tangkapan Sungai Lachlan.
Ikan mas (Cyprinus carpio) dikenal karena menyedot lumpur dan berdampak negatif pada kualitas air. Karena itu, ikan itu merupakan ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati Australia.
Mengontrol Populasi
Pemerintah federal pertama kali mengumumkan dana USD15 juta untuk Rencana Pengendalian Ikan Mas Nasional dan penelitian tentang potensi pelepasan virus herpes ikan mas yang kontroversial (Cyprinid herpesvirus-3). Virus ini dijadikan sebagai agen pengendali biologis untuk hama pada Mei 2016. Tetapi rencana tersebut telah ditunda beberapa kali dan tetap tidak lengkap.
Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan mengatakan sedang bekerja dengan Perusahaan Penelitian dan Pengembangan Perikanan (FRDC) dan Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran (CSIRO), untuk menyelesaikan penelitian yang sedang berlangsung. Penelitian diharapkan akan selesai pada paruh kedua tahun 2021.
Departemen tersebut, mengatakan, selain mengintegrasikan penelitian ilmiah yang tersisa, rencana tersebut hampir selesai dan akan dipertimbangkan oleh semua Pemerintah Australia dan dirilis ke publik setelah selesai.
Lihat Juga :