Satu Dasawarsa, Bukti XL Axiata Future Leaders Bukan Program Abal-abal

Selasa, 16 Maret 2021 - 21:50 WIB
Pertama adalah WaletQu, yaitu solusi bagi peternak burung walet guna mengontrol habitat hewan tersebut. Solusi ini memiliki fitur-fitur yang menggabungkan enam esensi unsur yang diperlukan untuk menjaga habitat walet, yang sekaligus memudahkan peternak untuk mengakses bangunan burung walet melalui smartphone. Perangkat ini selanjutnya diserahkan kepada peternak di Makassar.

Solusi selanjutnya bernama e-KanaXin. Solusi ini menjadi jawaban bagi pengusaha ikan asin dalam mengatasi masalah cuaca dan kontaminan. Perangkat terkoneksi dengan alat pengering dan dilengkapi dengan sensor berat, suhu, dan kelembaban yang dapat memberikan data kondisi ikan asin secara real-time melalui smartphone.

Dengan e-kanaxin, para nelayan ikan asin dapat menghasilkan ikan asin dengan kualitas lebih tinggi, kekeringan yang merata dan bebas dari kontaminan. Perangkat ini akan diterapkan untuk para nelayan di Belawan, Medan.

Berikutnya adalah Portani, yakni solusi berbasis IoT berupa alat pengering rempah otomatis yang mampu mengeringkan rempah secara efektif dan higienis. Penggunaan Portani dapat menurunkan tingkat kegagalan hingga 40%.

Dengan perangkat ini, petani bisa menekan potensi kegagalan yang signifikan. Perangkat ini akan diterapkan di Rumah Jamu Menoreh, Yogyakarta.

Bagi petani garam, tersedia Salt-E, yaitu solusi IoT yang bisa membantu mengetahui kualitas garam secara real-time. Perangkat ini terdiri dari mikroprosesor, sensor suhu, dan beberapa probe salinitas yang disesuaikan dengan jumlah kolam dalam satu tambak garam. Perangkat ini akan diterapkan oleh petani garam Surodadi, Kabupaten Jepara.

Terakhir, solusi Digiyandu atau Digital Posyandu, yaitu solusi berupa timbangan berat dan panjang/tinggi berbentuk portable, yang dilengkapi termometer nirkontak berbasis IoT. Perangkat ini menggunakan sensor yang terintegrasi dan database untuk memberikan data real-time kepada Dinas Kesehatan dan pengguna (kader dan ibu balita) melalui aplikasi.

Selain itu, dengan adanya aplikasi, sang ibu balita bisa mendapatkan akses Kartu Menuju Sehat dan mengetahui informasi terbaru dari posyandu. Perangkat ini akan diterapkan di Puskesmas Kratonan, Kota Solo. Baca juga: Gatot Nurmantyo Bicara Manuver Moeldoko: Tidak Mencerminkan Kehormatan Prajurit
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!