Samudera Atlantik yang Kian Melebar Menunjukkan Bumi Berdenyut

Minggu, 14 Maret 2021 - 07:52 WIB
Seperti yang dijelaskan Borealis, dan dalam artikel di Live Science menjelaskan secara lebih rinci mekanisme lempeng tektonik. "Kulit terluar Bumi terbagi menjadi lempengan besar batuan padat, yang disebut 'lempeng', yang meluncur di atas mantel Bumi, lapisan dalam berbatu di atasnya Inti Bumi," tuturnya.

Ukuran pelat ini bervariasi. Ahli geologi telah mengurutkannya berdasarkan ukuran menjadi tiga kategori: mayor, minor, dan mikro.

Sedangkan tujuh lempeng tektonik utama adalah Afrika, Antartika, Eurasia, Indo-Australia, Amerika Utara, Pasifik, dan Amerika Selatan. Gerakan lempeng inilah yang mendorong gempa bumi, gunung berapi, dan tsunami.

Di tengah Atlantik, lempeng Amerika Utara bertemu dengan lempeng Eurasia. Lempeng Amerika Selatan juga bertemu dengan lempeng Afrika di tengah lautan. Punggungan Atlantik Tengah membentang ke utara dan selatan di sepanjang batas lempeng tersebut. Islandia adalah bagian dari punggung bukit itu.

Artikel Live Science menjelaskan, "Lapisan luar bumi yang padat, yang mencakup kerak dan mantel paling atas, disebut litosfer ... Di bawah litosfer adalah astenosfer —lapisan kental yang tetap dapat dibentuk oleh panas jauh di dalam Bumi. Ini melumasi bagian bawah lempeng tektonik Bumi, memungkinkan litosfer untuk bergerak."

Sementara ahli seismologi, Nicholas van der Elst, menganggap, lempeng tektonik sebagai "teori pemersatu geologi".

"Perdebatan tektonik saat ini berkaitan dengan kekuatan pendorong gerakan ini," ujar Borealis.

Salah satu kekuatan itu adalah "dorongan punggung". Itu melibatkan pembuatan material baru di pegunungan tengah laut. Material baru itu mendorong pelat menjauh dari punggung bukit. Lainnya akan menjadi tarikan lempengan. Itu melibatkan penarikan pelat saat tenggelam ke dalam mantel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!