Sepertiga Emisi Gas Rumah Kaca Terkait Urusan Perut 7,7 Miliar Warga Bumi

Rabu, 10 Maret 2021 - 19:52 WIB
Sepertiga emisi lebih lanjut berasal dari metana — yang 28 kali lebih kuat daripada CO2 sebagai gas rumah kaca selama periode 100 tahun — dilepaskan oleh ternak seperti sapi, domba dan kambing, serta dari produksi beras dan pembuangan limbah organik. (Baca juga: Memburu Alien di Mars, Ilmuwan Mencari Petunjuk di Danau Turki)

Sisanya sebagian besar adalah dinitrogen oksida dari pupuk, meskipun laporan tersebut mengatakan bahwa gas berfluorinasi yang sering ditemukan dalam lemari es memainkan peran kecil tetapi terus berkembang.

Enam penghasil sistem pangan terbesar pada tahun 2015 adalah China (13,5 persen dari total global), Indonesia dengan (8,8 persen), Amerika Serikat (8,2 persen), Brasil (7,4 persen), Uni Eropa (6,7 persen) dan India ( 6,3 persen).

Para peneliti menyerukan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi emisi dalam rantai pasokan makanan, dan memungkinkan orang mengakses makanan yang lebih sehat. KArena jika dibiarkan, bisa mendorong meningkatnya pemanasan global melebihi ambang batas 1,5 derajat celcius. (Baca juga: Piknik Naik Kereta, Jangan Lupa Bawa Surat Bebas Covid)

PBB baru-baru ini mengatakan bahwa 17 persen makanan yang tersedia bagi konsumen di seluruh dunia pada tahun 2019 — hampir satu miliar ton — dibuat oleh rumah tangga, waralaba, institusi, dan industri perhotelan. Masalah ini kemungkinan akan menjadi sorotan akhir tahun ini di KTT Sistem Pangan Dunia PBB yang pertama.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!