Permukaan Laut Naik Drastis, Pesisir Jakarta Paling Terancam di Asia

Rabu, 10 Maret 2021 - 15:58 WIB
"Tapi di pesisir kenaikan permukaan air laut relatif tinggi, sayangnya di situlah orang cenderung memilih untuk tinggal," katanya. Faktanya, dari lima orang akan lebih dari satu orang yang tinggal di sepanjang garis pantai di mana permukaan air laut meningkat 10 mm (atau 0,4 inci) atau lebih per tahun. (Baca juga: Arkeolog Ungkap Alasan Bangsa Mesir Mumifikasi Buaya Sungai Nil)

Peneliti senior Universitas Miami, Brian McNoldy mengatakan, hal lain sebagai penyumbang terbesar penurunan muka tanah ini adalah delta sungai. "Delta adalah tempat sungai membawa sedimen ke laut. Berat sedimen ditambah tekanan tinggi membuat sedimen terus terseret kelaut," katanya.

Penurunan permukaan tanah di delta juga dipengaruhi oleh manusia. Sebagian besar karena pemompaan air tanah secara berlebih, juga ekstraksi minyak dan gas, dan cadangan sedimen yang terhalang oleh bendungan hulu, pertahanan banjir, ekstraksi pasir atau penambangan.

Para ilmuwan telah menyadari implikasi dari perubahan iklim terkait manusia dengan kenaikan permukaan air laut , tetapi sekarang ada penelitian yang menyelidiki naik dan turunnya daratan yang juga disebabkan oleh manusia. (Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Bumi Jika Oksigen Mati dan Matahari Mati)

"Proses yang sebenarnya kita bicarakan di sini pada dasarnya turun ke tempat orang memilih untuk tinggal. Dan kemudian fakta bahwa mereka benar-benar memperburuk penurunan permukaan tanah," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!