Arkeolog Ungkap Alasan Bangsa Mesir Melakukan Mumifikasi Buaya Sungai Nil
Selasa, 09 Maret 2021 - 11:51 WIB
Profesor Lucarelli mengatakan, setelah para arkeolog menliti buaya itu, mereka menemukan ketertarikan pada papirus yang digunakan untuk memenuhi tubuh mumi buaya.
Beberapa mumi buaya tersebut masih dipajang di Hearst Museum of Anthropology di University of California. Museum ini adalah rumah bagi lebih dari 17.000 artefak dari seluruh Mesir, termasuk 19 mumi buaya dan bagiannya. (Baca juga: Angkatan Luar Angkasa AS Luncurkan Roket Pertama untuk Pelajari Ionosfer Bumi)
Menurut Profesor Lucarelli, buaya yang bersembunyi di sepanjang tepi rawa Sungai Nil merupakan bahaya yang selalu ada bagi penduduk Mesir. "Buaya dipandang sebagai hewan yang sangat kuat. Ia bisa hidup di bumi dan di air. Ia bisa menyerang dengan sangat cepat. Ia sangat kuat dan juga tidak dapat diprediksi," katanya.
Karena statusnya tersebut, buaya sering kali diberikan sebagai persembahan kepada dewa-dewa Mesir. Sedangkan dewa buaya mereka menamakannya Sobek. Dewa Buaya Sobek yang digambarkan memiliki tubuh manusia dan kepala buaya, diyakini mengendalikan banjir musiman di Sungai Nil.
Orang Mesir kuno mengandalkan banjir Sungai Nil untuk menjaga ladang dan tanaman mereka tetap subur. Dan pemujaan Sobek sangat penting di Tebtunis, sebuah kuil dalam dedikasinya dibangun di pusat kota. "Jadi, karena mereka sangat berbahaya dan ditakuti, saya pikir, hampir ada kebutuhan untuk melihat mereka sebagai dewa dan menenangkan mereka," katanya. (Baca juga: Detik-detik Gunung Es Raksasa A74 Memisahkan Diri dari Antartika)
Beberapa mumi buaya tersebut masih dipajang di Hearst Museum of Anthropology di University of California. Museum ini adalah rumah bagi lebih dari 17.000 artefak dari seluruh Mesir, termasuk 19 mumi buaya dan bagiannya. (Baca juga: Angkatan Luar Angkasa AS Luncurkan Roket Pertama untuk Pelajari Ionosfer Bumi)
Menurut Profesor Lucarelli, buaya yang bersembunyi di sepanjang tepi rawa Sungai Nil merupakan bahaya yang selalu ada bagi penduduk Mesir. "Buaya dipandang sebagai hewan yang sangat kuat. Ia bisa hidup di bumi dan di air. Ia bisa menyerang dengan sangat cepat. Ia sangat kuat dan juga tidak dapat diprediksi," katanya.
Karena statusnya tersebut, buaya sering kali diberikan sebagai persembahan kepada dewa-dewa Mesir. Sedangkan dewa buaya mereka menamakannya Sobek. Dewa Buaya Sobek yang digambarkan memiliki tubuh manusia dan kepala buaya, diyakini mengendalikan banjir musiman di Sungai Nil.
Orang Mesir kuno mengandalkan banjir Sungai Nil untuk menjaga ladang dan tanaman mereka tetap subur. Dan pemujaan Sobek sangat penting di Tebtunis, sebuah kuil dalam dedikasinya dibangun di pusat kota. "Jadi, karena mereka sangat berbahaya dan ditakuti, saya pikir, hampir ada kebutuhan untuk melihat mereka sebagai dewa dan menenangkan mereka," katanya. (Baca juga: Detik-detik Gunung Es Raksasa A74 Memisahkan Diri dari Antartika)
Lihat Juga :