Arus Teluk Melambat ke 'Titik Kritis', Iklim Bumi Bisa Kacau Balau

Kamis, 04 Maret 2021 - 23:48 WIB
Bersama-sama, proksi ini menceritakan kisah terpadu tentang penurunan tiba-tiba arus. Hal itu dimulai dengan perlambatan kecil pada sekitar tahun 1850, di akhir Zaman Es Kecil (periode pendinginan global yang berlangsung dari sekitar 1300 hingga 1850). Perlambatan kedua yang lebih dramatis dimulai pada pertengahan abad ke-20. Sejak saat itu, arus melemah dengan tambahan 15%.

"Kami menemukan bukti yang konsisten bahwa sistem selama beberapa dekade terakhir lebih lemah daripada sebelumnya dalam 1.600 tahun terakhir," ungkap Caesar.

Lewati Titik Kritis

Perlambatan ini adalah efek perubahan iklim yang dapat diprediksi, tulis para peneliti. Pemanasan global meningkatkan curah hujan tahunan dan mempercepat pencairan lapisan es, termasuk Lapisan Es Greenland di Atlantik Utara. Kedua faktor ini membuang lebih banyak air tawar ke laut, mengurangi kepadatan dan salinitas air permukaan di ujung utara sabuk konveyor Arus Teluk.

Menurut para peneliti, air tawar ini menghambat seberapa cepat air dapat tenggelam dan memulai perjalanannya kembali ke selatan, melemahkan aliran AMOC secara keseluruhan.

Tim menyimpulkan, pada tingkat perubahan iklim saat ini, aliran Arus Teluk dapat melemah sebesar 45% tambahan pada 2100, membuat arus mendekati titik kritis. Jika aliran terus melemah (atau runtuh seluruhnya), efeknya bisa parah.

"Beberapa penelitian telah menunjukkan perlambatan (AMOC) memperburuk kenaikan permukaan laut di pantai AS untuk kota-kota seperti New York dan Boston," sebut Caesar.

Penelitian lain mengaitkan gelombang panas yang parah dan pola badai di Eropa utara dan Amerika Serikat bagian timur dengan arus yang melemah. "Dampak tepatnya bisa jadi lebih parah," kata Caesar mengingatkan. Baca juga: Perubahan Iklim, Gletser Getz di Antartika Barat Mencair Begitu Cepat
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!