Ilmuwan Sukses Membuat Lompatan Sains untuk Mendukung Kehidupan di Mars
Selasa, 16 Februari 2021 - 14:32 WIB
Namun, tekanan atmosfer Mars yang hanya 1 persen dari tekanan atmosfer bumi, terlalu rendah untuk keberadaan air cair. Cyanobacteria juga sulit tumbuh di Mars secara langsung dengan kondisi tersebut. Ilmuwan juga tertantang untuk menciptakan kembali kondisi atmosfer Bumi di Mars.
Jadi Verseux dan timnya mengembangkan bioreaktor bernama Atmos yang memiliki tekanan atmosfer sekitar 10 persen dari Bumi, tetapi hanya menggunakan apa yang dapat ditemukan di Mars, meskipun dalam proporsi terbalik: 96 persen nitrogen dan 4 persen karbon dioksida.
Beberapa ruang menggunakan media kultur untuk menumbuhkan cyanobacteria, sementara yang lain menggunakan regolith Mars yang disimulasikan. Beberapa terkena tekanan atmosfer bumi, sementara yang lain diturunkan ke tekanan rendah. (Baca juga: Dalam Setahun, Teripang di Australia Membuang Kotoran Setara 5 Menara Eiffel)
Selanjutnya, untuk menilai apakah cyanobacteria yang ditanam dalam kondisi Mars dapat terus bermanfaat, para peneliti mengeringkannya dan menggunakannya sebagai substrat untuk menumbuhkan Escherichia coli.
"Mudah-mudahan hasil eksperimen kami akan membantu memandu desain sistem budidaya di Mars. Kami ingin beralih dari pembuktian konsep ini ke sistem yang dapat digunakan di Mars secara efisien," katanya.
Jadi Verseux dan timnya mengembangkan bioreaktor bernama Atmos yang memiliki tekanan atmosfer sekitar 10 persen dari Bumi, tetapi hanya menggunakan apa yang dapat ditemukan di Mars, meskipun dalam proporsi terbalik: 96 persen nitrogen dan 4 persen karbon dioksida.
Beberapa ruang menggunakan media kultur untuk menumbuhkan cyanobacteria, sementara yang lain menggunakan regolith Mars yang disimulasikan. Beberapa terkena tekanan atmosfer bumi, sementara yang lain diturunkan ke tekanan rendah. (Baca juga: Dalam Setahun, Teripang di Australia Membuang Kotoran Setara 5 Menara Eiffel)
Selanjutnya, untuk menilai apakah cyanobacteria yang ditanam dalam kondisi Mars dapat terus bermanfaat, para peneliti mengeringkannya dan menggunakannya sebagai substrat untuk menumbuhkan Escherichia coli.
"Mudah-mudahan hasil eksperimen kami akan membantu memandu desain sistem budidaya di Mars. Kami ingin beralih dari pembuktian konsep ini ke sistem yang dapat digunakan di Mars secara efisien," katanya.
(ysw)
Lihat Juga :