Hasil Test D-Dimer Bisa Jadi Prediksi Tingkat Kematian Pasien COVID-19
Selasa, 09 Februari 2021 - 17:08 WIB
Disitat dari laman kalbemed.com, subjek dibagi menjadi dua kelompok. Kemudian kematian di rumah sakit antara dua kelompok dibandingkan untuk menilai nilai prediksi tingkat D-dimer.
Dari data diperoleh 343 pasien yang memenuhi syarat terdaftar dalam penelitian ini. Nilai batas optimal D-dimer untuk memprediksi kematian di rumah sakit adalah 2,0 μg/mL dengan sensitivitas 92,3% dan spesifisitas 83,3%. Ada 67 pasien dengan D-dimer ≥2.0 μg/mL, dan 267 pasien dengan D-dimer <2.0 µg/mL saat masuk.
13 kematian terjadi selama dirawat di rumah sakit. Pasien dengan kadar D-dimer ≥2.0 μg/mL memiliki insidensi mortalitas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar D-dimer <2,0 μg/mL (12/67 vs 1/267, P <0,001, HR: 51,5, 95 % CI: 12.9-206.7). Baca juga: Berbagi Kebahagiaan Imlek, realme Siapkan Fortune & Love Festival
Dari hasil tersebut peneliti menyimpulkan bahwa D-dimer saat masuk lebih besar dari 2,0 μg/mL (peningkatan empat kali lipat) secara efektif dapat untuk memprediksi kematian di rumah sakit pada pasien dengan COVID-19. Hal ini mengindikasikan D-dimer bisa menjadi penanda awal dan bermanfaat untuk meningkatkan manajemen pasien COVID-19.
Dari data diperoleh 343 pasien yang memenuhi syarat terdaftar dalam penelitian ini. Nilai batas optimal D-dimer untuk memprediksi kematian di rumah sakit adalah 2,0 μg/mL dengan sensitivitas 92,3% dan spesifisitas 83,3%. Ada 67 pasien dengan D-dimer ≥2.0 μg/mL, dan 267 pasien dengan D-dimer <2.0 µg/mL saat masuk.
13 kematian terjadi selama dirawat di rumah sakit. Pasien dengan kadar D-dimer ≥2.0 μg/mL memiliki insidensi mortalitas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar D-dimer <2,0 μg/mL (12/67 vs 1/267, P <0,001, HR: 51,5, 95 % CI: 12.9-206.7). Baca juga: Berbagi Kebahagiaan Imlek, realme Siapkan Fortune & Love Festival
Dari hasil tersebut peneliti menyimpulkan bahwa D-dimer saat masuk lebih besar dari 2,0 μg/mL (peningkatan empat kali lipat) secara efektif dapat untuk memprediksi kematian di rumah sakit pada pasien dengan COVID-19. Hal ini mengindikasikan D-dimer bisa menjadi penanda awal dan bermanfaat untuk meningkatkan manajemen pasien COVID-19.
(iqb)
Lihat Juga :