Ini Penjelasan Golongan Darah A Punya Risiko Lebih Tinggi Terpapar COVID
Jum'at, 05 Maret 2021 - 01:43 WIB
loading...
Hasil studi mengisyaratkan orang dengan golongan darah A lebih mungkin tertular COVID-19 dan mengembangkan gejala parah daripada golongan darah lainnya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru mengungkap virus Corona SARS-CoV-2 dapat lebih mudah menempel ke sel-sel saluran napas orang dengan golongan darah A dibandingkan mereka yang bergolongan darah B atau O.
Temuan ini mengisyaratkan kemungkinan penjelasan mengapa, selama pandemik, penelitian telah menemukan orang dengan golongan darah A lebih mungkin untuk tertular COVID-19 dan mengembangkan gejala parah daripada golongan darah lainnya. Baca juga: Rasio Kesembuhan Capai 86,4%, Presiden Apresiasi Penanganan COVID-19
Eksperimen laboratorium mengungkapkan bagian dari virus Corona yang disebut "domain pengikat reseptor" (RBD), yang secara langsung mengikat ke sel untuk memicu infeksi, juga menangkap molekul unik yang terkait dengan darah tipe A. Molekul-molekul ini, yang dikenal sebagai antigen, muncul di sel-sel yang melapisi saluran pernapasan, termasuk paru-paru, menurut penelitian yang diterbitkan 3 Maret lalu di jurnal Blood Advances.
"Secara teori, mengikat struktur ini dapat membantu virus Corona masuk dan menginfeksi sel-sel saluran napas dengan lebih mudah. Namun, kita belum tahu pasti," kata penulis studi kepada Live Science.
"Apakah ini benar-benar memengaruhi kemampuan virus untuk masuk ke dalam sel? Apakah virus hanya memengaruhi kemampuannya untuk melekat pada sel?" kata penulis studi, Dr Sean Stowell, seorang ilmuwan-dokter pengobatan transfusi di Universitas Emory, Georgia.
Dengan kata lain, data tersebut memberikan hubungan fisik pertama antara virus Corona dan darah tipe A. Tetapi diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa perbedaan ini memengaruhi kemungkinan infeksi yang sebenarnya.
Mengapa Golongan Darah Penting?
Sejak hari-hari awal pandemik, beberapa penelitian terhadap pasien virus Corona telah mengungkap tren golongan darah yang tampaknya paling sering terinfeksi, lapor Live Science sebelumnya.
"Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara golongan darah dan kecenderungan infeksi SARS-CoV-2, secara khusus, menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah tertular COVID-19, dibandingkan golongan darah non-O," kata Dr Torben Barington, ahli imunologi klinis di Rumah Sakit Universitas Odense dan Universitas Denmark Selatan.
Temuan ini mengisyaratkan kemungkinan penjelasan mengapa, selama pandemik, penelitian telah menemukan orang dengan golongan darah A lebih mungkin untuk tertular COVID-19 dan mengembangkan gejala parah daripada golongan darah lainnya. Baca juga: Rasio Kesembuhan Capai 86,4%, Presiden Apresiasi Penanganan COVID-19
Eksperimen laboratorium mengungkapkan bagian dari virus Corona yang disebut "domain pengikat reseptor" (RBD), yang secara langsung mengikat ke sel untuk memicu infeksi, juga menangkap molekul unik yang terkait dengan darah tipe A. Molekul-molekul ini, yang dikenal sebagai antigen, muncul di sel-sel yang melapisi saluran pernapasan, termasuk paru-paru, menurut penelitian yang diterbitkan 3 Maret lalu di jurnal Blood Advances.
"Secara teori, mengikat struktur ini dapat membantu virus Corona masuk dan menginfeksi sel-sel saluran napas dengan lebih mudah. Namun, kita belum tahu pasti," kata penulis studi kepada Live Science.
"Apakah ini benar-benar memengaruhi kemampuan virus untuk masuk ke dalam sel? Apakah virus hanya memengaruhi kemampuannya untuk melekat pada sel?" kata penulis studi, Dr Sean Stowell, seorang ilmuwan-dokter pengobatan transfusi di Universitas Emory, Georgia.
Dengan kata lain, data tersebut memberikan hubungan fisik pertama antara virus Corona dan darah tipe A. Tetapi diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa perbedaan ini memengaruhi kemungkinan infeksi yang sebenarnya.
Mengapa Golongan Darah Penting?
Sejak hari-hari awal pandemik, beberapa penelitian terhadap pasien virus Corona telah mengungkap tren golongan darah yang tampaknya paling sering terinfeksi, lapor Live Science sebelumnya.
"Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara golongan darah dan kecenderungan infeksi SARS-CoV-2, secara khusus, menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah tertular COVID-19, dibandingkan golongan darah non-O," kata Dr Torben Barington, ahli imunologi klinis di Rumah Sakit Universitas Odense dan Universitas Denmark Selatan.
Lihat Juga :