Joe Biden Diprediksi Tidak akan Langsung Berdamai dengan Huawei

Selasa, 19 Januari 2021 - 09:27 WIB
Informasi yang dicuri dilaporkan termasuk kode sumber, dan manual untuk teknologi nirkabel. Menurut yang Phone Arena ketahui, enam perusahaan tersebut termasuk T-Mobile, Cisco Systems, Motorola Solutions, Fujitsue, CNEX Labs dan Quintel Technology.

Dalam rilis persnya, Departemen Kehakiman mengatakan, "Tuduhan baru dalam kasus ini terkait dengan dugaan upaya selama puluhan tahun oleh Huawei, dan beberapa anak perusahaannya, baik di AS dan di Republik Rakyat China, untuk menyalahgunakan kekayaan intelektual, termasuk dari enam perusahaan teknologi AS, dalam upaya untuk menumbuhkan dan mengoperasikan bisnis Huawei."

Awal tahun ini, Huawei mencapai tujuan jangka panjang dan menjadi produsen smartphone teratas di dunia yang mengungguli Samsung. Tetapi perusahaan merasa harus menjual sub-merek Honor dengan bayaran USD15 miliar agar lineup Honor tidak tunduk pada larangan yang sama dari pemasok AS dan pengecoran global seperti Huawei.

Karena pengiriman telepon Honor tidak lagi dihitung dalam jumlah yang dihitung oleh Huawei, pabrikan tersebut diperkirakan turun dari posisi kedua yang ditunjukkan tahun lalu menjadi pabrikan smartphone global terbesar ketujuh tahun ini. Honor sendiri harus finis di posisi kedelapan.

Sebagai catatan, Huawei tetap tercatat sebagai pemasok peralatan peralatan jaringan teratas di dunia. Padahal mereka dalam tekanan AS. Baca juga: Kapasitas Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta Tersisa 13%, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan 3M
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!