Minta Keluarga Perkuat Keuangan, Ini Prediksi Rumah.com soal Properti

Rabu, 30 Desember 2020 - 23:39 WIB
Di balik berbagai faktor pendorong tersebut masih timbul pertanyaan sejauh mana tingkat konsumsi dapat mendorong aktivitas ekonomi, khususnya transaksi properti. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan persepsi risiko kredit oleh industri perbankan, agar suku bunga kredit dapat mengikuti turunnya suku bunga acuan.

Saat ini Bank Indonesia sudah beberapa kali melakukan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Terakhir, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 3,75% dengan suku bunga Lending Facility sebesar 4,50%.

Marine berharap agar laju penurunan suku bunga BI7DRR ini diikuti pula oleh suku bunga KPR. Berdasarkan data hingga Agustus 2020, rata-rata suku bunga KPR dan KPA sejak Januari 2019 adalah 8,75% sementara rata-rata suku bunga BI7DRR berada di angka 5,15%.

Adapun pergerakan suku bunga KPR dan KPA juga belum sedinamis BI7DRR. Saat suku bunga BI7DRR sudah mengalami penurunan 25% pada September 2020 dibandingkan awal 2020. Suku bunga KPR dan KPA hanya turun 5,3% pada periode yang sama.

“Berdasarkan data Rumah.com Consumer Sentiment Survey 2020, sebanyak 73% responden menyebutkan suku bunga sebagai pertimbangan utama dalam membeli properti. Suku bunga KPR yang lebih rendah akan membuat konsumen lebih percaya diri mengambil keputusan membeli properti,” pungkasnya. (Baca juga: Putin Teken UU Baru: dari Pembatasan Medsos Hingga Aksi Protes )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!