BukuKas Fokus Dukung Digitalisasi UMKM di Indonesia
Rabu, 13 Mei 2020 - 15:25 WIB
Lebih lanjut dikatakan, misi perusahaan pada akhirnya untuk memberdayakan 56 juta pedagang mikro lewat platform BukuKas. "Menjadikan mereka bagian dari kisah pertumbuhan yang menginspirasi yakni Indonesia,” kata Krishnan.
Menon menambahkan, misi BukuKas sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendigitalisasikan UMKM, yang disebut sebagai tulang punggung ekonomi Asia Tenggara. “Kami sadar jika hal paling menyulitkan para pedagang adalah bagaimana mengatur uang mereka, memahami arus laba dan rugi mereka. Usaha kecil ini bisa sangat diuntungkan dari mendigitalisasikan keuangan mereka,” paparnya.
Aplikasi mobile BukuKas menyediakan solusi pembukuan yang sederhana dan inovatif bagi UMKM untuk memonitor penjualan, keuntungan dan kredit. Bahkan mengirim pesan pengingat pembayaran lewat WhatsApp kepada para pelanggannya ketika kredit jatuh tempo agar pelunasan dapat dilakukan tepat waktu.
"Hal itu memungkinkan pemilik usaha kecil untuk menghemat 40 menit setiap harinya dan Rp76.000 setiap bulannya, menghindarkan mereka dari proses kalkulasi manual dan penyelarasan saldo yang merepotkan," klaimnya.
Terlebih, mereka mendapat gambaran yang lebih baik tentang apa yang mendorong profit dan arus keuangan mereka. Sehingga memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan performa bisnisnya secara aktif.
Menon menambahkan, misi BukuKas sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendigitalisasikan UMKM, yang disebut sebagai tulang punggung ekonomi Asia Tenggara. “Kami sadar jika hal paling menyulitkan para pedagang adalah bagaimana mengatur uang mereka, memahami arus laba dan rugi mereka. Usaha kecil ini bisa sangat diuntungkan dari mendigitalisasikan keuangan mereka,” paparnya.
Aplikasi mobile BukuKas menyediakan solusi pembukuan yang sederhana dan inovatif bagi UMKM untuk memonitor penjualan, keuntungan dan kredit. Bahkan mengirim pesan pengingat pembayaran lewat WhatsApp kepada para pelanggannya ketika kredit jatuh tempo agar pelunasan dapat dilakukan tepat waktu.
"Hal itu memungkinkan pemilik usaha kecil untuk menghemat 40 menit setiap harinya dan Rp76.000 setiap bulannya, menghindarkan mereka dari proses kalkulasi manual dan penyelarasan saldo yang merepotkan," klaimnya.
Terlebih, mereka mendapat gambaran yang lebih baik tentang apa yang mendorong profit dan arus keuangan mereka. Sehingga memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan performa bisnisnya secara aktif.
Lihat Juga :