UI Manfaatkan AI untuk Deteksi Ujaran Kebencian di Twitter
Jum'at, 04 Desember 2020 - 02:29 WIB
Para peneliti melakukan pengumpulan data dengan memanfaatkan Twitter Search API sebanyak 13.169 cuitan. Mereka mencatat ada 7.608 cuitan bukan ujaran kebencian dan 5.561 cuitan adalah ujaran kebencian.
"Dalam risetnya ini, ujaran kebencian dikategorikan menjadi lima kategori seperti agama, ras, fisik, gender atau orientasi seksual, dan umpatan lainnya," kata Okky, melalui siaran pers yang diterima SINDOnews, Senin (30/11/2020).
Pendeteksian juga mampu mengklasifikasikan target, kategori, dan level ujaran kebencian itu sendiri. Ujaran kebencian dapat diklasifikasikan menjadi tiga level.
Level pertama adalah weak hate speech. Level ini merupakan kata umpatan yang ditujukan pada individu tanpa unsur provokasi.
Level kedua adalah moderate hate speech. Ini berupa umpatan yang ditujukan kepada kelompok tanpa provokasi.
Level terakhir atau ketiga adalah strong hate speech. Tingkatan level ini sangat memprovokasi dan berpotensi membuka konflik akibat cuitan yang dilontarkan.
"Dalam risetnya ini, ujaran kebencian dikategorikan menjadi lima kategori seperti agama, ras, fisik, gender atau orientasi seksual, dan umpatan lainnya," kata Okky, melalui siaran pers yang diterima SINDOnews, Senin (30/11/2020).
Pendeteksian juga mampu mengklasifikasikan target, kategori, dan level ujaran kebencian itu sendiri. Ujaran kebencian dapat diklasifikasikan menjadi tiga level.
Level pertama adalah weak hate speech. Level ini merupakan kata umpatan yang ditujukan pada individu tanpa unsur provokasi.
Level kedua adalah moderate hate speech. Ini berupa umpatan yang ditujukan kepada kelompok tanpa provokasi.
Level terakhir atau ketiga adalah strong hate speech. Tingkatan level ini sangat memprovokasi dan berpotensi membuka konflik akibat cuitan yang dilontarkan.
Lihat Juga :