Ilmuwan Temukan Cara baru Membuat Oksigen untuk Planet Mars
Rabu, 02 Desember 2020 - 12:57 WIB
Berbeda dengan cara NASA, cara yang dilakukan Vijay Ramani dan tim adalah menggunakan air. Untuk mendapatkan oksigen, air itu dipecah menjadi oksigen dan hidrogen. Situs Cosmos Magazine mengatakan cara itu sebenarnya cara yang kuno. Cara itu sudah sering dilakukan di tingat sekolahan. Hanya saja Ramani mengatakan cara itu justru lebih efisien dibanding cara NASA.
"Jika ada peralatan yangs eperti baterai, tinggal mengalirkan listrik ke dalam air dan kemudian memisahkannya menjadi oksigen dan hidrogen," jelas Vijay Ramani. (Baca juga : Pria Australia Temukan Bunga Bulu Hybrid yang Eksotis )
Sebenarnya cara ini memang pernah dipikirkan oleh NASA dan pihak lainnya. Hanya saja hal itu tidak terealisasi karena suhu yang sangat dingin di Planet Mars. Jadi air murni akan langsung membeku ketika berada di Planet Mars. Namun Vijay Ramani mengatakan ada satu hal unik yang ditemukan di Planet Mars yakni adanya asam perklorat. Diketahui asam perklorat memiliki kemampuan untuk anti-freeze. Penggunaan asam perklorat akan membuat air terhindar dari beku meski pun suhu mencapai minus 50 derajat Celcius. Dan menurut Vijay Ramani asam perklorat sangat mudah didapatkan di planet tersebut.
Dan disinilah perbedaan cara yang ditemukan Vijay Ramani dengan cara pemisahan air menjadi oksigen yang sudah lama diketahui masyarakat. Vijay Ramani mengatakan air yang sudah diinfus denga asam perklorat tidak akan mudah dialiri listrik untuk mendapatkan oksigen. Hal itu karena sifat asam perklorat akan menghalangi air terkena aliran listrik.
Vijay Ramani dan timnya, mengungkapkan metode baru itu melaui jurnal PNAS. Caranya dengan menggunakan senyawa khusus seperti rutenium, timbal dan platinum. Penggunaan senyawa itu akan membuat asam perklorat tidak menghalangi air teraliri listrik guna mendapatkan oksigen. Meski begitu, Vijay Ramani menilai proses timnya dan proses MOXIE harus dilihat sebagai pelengkap, bukan saling bersaing.
"Jika ada peralatan yangs eperti baterai, tinggal mengalirkan listrik ke dalam air dan kemudian memisahkannya menjadi oksigen dan hidrogen," jelas Vijay Ramani. (Baca juga : Pria Australia Temukan Bunga Bulu Hybrid yang Eksotis )
Sebenarnya cara ini memang pernah dipikirkan oleh NASA dan pihak lainnya. Hanya saja hal itu tidak terealisasi karena suhu yang sangat dingin di Planet Mars. Jadi air murni akan langsung membeku ketika berada di Planet Mars. Namun Vijay Ramani mengatakan ada satu hal unik yang ditemukan di Planet Mars yakni adanya asam perklorat. Diketahui asam perklorat memiliki kemampuan untuk anti-freeze. Penggunaan asam perklorat akan membuat air terhindar dari beku meski pun suhu mencapai minus 50 derajat Celcius. Dan menurut Vijay Ramani asam perklorat sangat mudah didapatkan di planet tersebut.
Dan disinilah perbedaan cara yang ditemukan Vijay Ramani dengan cara pemisahan air menjadi oksigen yang sudah lama diketahui masyarakat. Vijay Ramani mengatakan air yang sudah diinfus denga asam perklorat tidak akan mudah dialiri listrik untuk mendapatkan oksigen. Hal itu karena sifat asam perklorat akan menghalangi air terkena aliran listrik.
Vijay Ramani dan timnya, mengungkapkan metode baru itu melaui jurnal PNAS. Caranya dengan menggunakan senyawa khusus seperti rutenium, timbal dan platinum. Penggunaan senyawa itu akan membuat asam perklorat tidak menghalangi air teraliri listrik guna mendapatkan oksigen. Meski begitu, Vijay Ramani menilai proses timnya dan proses MOXIE harus dilihat sebagai pelengkap, bukan saling bersaing.
(wsb)
Lihat Juga :