Tanaman Langkah untuk Pengobatan Tradisional Ditemukan di Gunung Hengduan
Senin, 23 November 2020 - 03:05 WIB
"Sungguh luar biasa melihat bagaimana manusia dapat memiliki dampak langsung dan dramatis pada pewarnaan organisme liar, tidak hanya pada kelangsungan hidup mereka tetapi juga pada evolusi mereka sendiri," kata Profesor Martin Stevens dari Pusat Ekologi dan Konservasi Universitas Exeter, dikutip dari Scitechdaily.
Mereka menemukan bahwa tingkat kamuflase pada tanaman berhubungan dengan tingkat pemanenan. Semakin banyak kamuflase yang terjadi maka semakin sedikit pemanenan yang dapat dilakukan oleh masyarakat lokal.
"Banyak tumbuhan tampaknya menggunakan kamuflase untuk bersembunyi dari herbivora yang mungkin memakannya tapi di sini kita melihat kamuflase berkembang sebagai respons terhadap kolektor manusia," tambahnya.
Dalam percobaan komputer, tanaman yang lebih banyak disamarkan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dideteksi oleh manusia. Ini didasari oleh sifat manusia yang sering menganggap bahwa tanaman liar berbeda dengan tanaman yang sering dijumpai.
"Mungkin saja manusia telah mendorong evolusi strategi pertahanan pada spesies tumbuhan lain. Namun, yang mengejutkan adalah penelitian tentang hal ini (Fritillaria delavayi) masih sangat sedikit," katanya.
Fritillaria delavayi adalah ramuan abadi yang memiliki daun pada usia muda, bervariasi dalam warna dari abu-abu hingga coklat bahkan hijau. Tanaman ini menghasilkan satu bunga per tahun setelah tahun kelima.
Mereka menemukan bahwa tingkat kamuflase pada tanaman berhubungan dengan tingkat pemanenan. Semakin banyak kamuflase yang terjadi maka semakin sedikit pemanenan yang dapat dilakukan oleh masyarakat lokal.
"Banyak tumbuhan tampaknya menggunakan kamuflase untuk bersembunyi dari herbivora yang mungkin memakannya tapi di sini kita melihat kamuflase berkembang sebagai respons terhadap kolektor manusia," tambahnya.
Dalam percobaan komputer, tanaman yang lebih banyak disamarkan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dideteksi oleh manusia. Ini didasari oleh sifat manusia yang sering menganggap bahwa tanaman liar berbeda dengan tanaman yang sering dijumpai.
"Mungkin saja manusia telah mendorong evolusi strategi pertahanan pada spesies tumbuhan lain. Namun, yang mengejutkan adalah penelitian tentang hal ini (Fritillaria delavayi) masih sangat sedikit," katanya.
Fritillaria delavayi adalah ramuan abadi yang memiliki daun pada usia muda, bervariasi dalam warna dari abu-abu hingga coklat bahkan hijau. Tanaman ini menghasilkan satu bunga per tahun setelah tahun kelima.
Lihat Juga :