Kelompok Kanan Sebar Hoax Pilpres AS di Twitter dan Facebook

Rabu, 04 November 2020 - 13:52 WIB
Beberapa akun yang diblokir umumnya dibaca media di Rusia dan dituding melakukan intervensi pada Pilpres 2016. “Baik SVNewsAlerts dan Faytuks, yang memiliki 11.000 pengikut, juga kerap menjadi pemberitaan media seperti Sputnik dan RT,” kata pengamat media sosial, Chris Scott, dilansir Rueters.

Perusahaan media sosial turut andil dan bertindak untuk melaporkan berita hoaks dan pelanggaran pemilu. Sementara itu, FBI dan Jaksa Agung New York, mengatakan, mereka sedang mencari robocall misterius yang menyarankan orang untuk tetap di rumah. Kemudian, Twitter juga melakukan pengecekan dari akun @PhillyGOP yang menggunakan tagar #StopTheSteal. Partai Republik Philadelpgia sendiri tidak merespons komentar tentang tagar tersebut.

Situs berita sayap kanan Breitbart dan The Gateway Pundit mempublikan artikel yang mengklaim “the steal is on” di Pennsylvania yang ramai dibicarakan di Facebook dan Twitter.

“#StopTheSteal berkembang di media sosial dan disebut 2.000,” demikian keterangan firma intelijen media Zignal Labs. (Baca juga: Realme 7i vs vivo Y50, Kamu Jagoin yang Mana? )

Alex Stamos, mantan Chief Technology Officer Facebook dan kini direktur Stanford Internet Observatory, mengatakan, langkah terkoordinasi untuk mengatasi permasalahan hoax dengan proporsi. “Apa yang terjadi di Pennsylvania merupakan contoh bagaimana kesalahan bisa terjadi sepanjang waktu,” ujar Stamos.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!