Kalahkan Singapura, Indonesia Punya Potensi Tinggi Data Center Berkelanjutan

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:39 WIB
Hal ini sejalan dengan posisi Digital Realty dalam hal sustainabilitas dan komitmen mereka untuk membawa emisinya sejalan dengan skenario perubahan iklim jauh di bawah dua derajat sebelum tahun 2030. "Kami percaya teknologi pendinginan akan menjadi game changer bagi data center, terutama di iklim tropis Asia Tenggara,” tambah Aaron.

Laporan baru ini juga mengidentifikasikan Indonesia dan Malaysia sebagai rising star atau primadona yang berkembang pesat dan diperkirakan akan semakin meningkatkan pangsa pasar data center di kawasan. Kedua negara menawarkan kemudahan akses dan biaya masuk yang lebih rendah dibandingkan Singapura.

Keduanya juga memiliki basis pelanggan digital dan pelanggan melek teknologi yang berusia muda dan berkembang cepat, yang mendorong pertumbuhan e-commerce dan industri teknologi yang dinamis, serta meningkatkan kebutuhan penyimpanan data. Indonesia memiliki basis pengguna internet keempat terbesar di dunia dan satu-satunya anggota ASEAN dalam dalam kelompok G20.

Dalam hal potensi pertumbuhan berkelanjutan, Indonesia memiliki cadangan energi geothermal (panas Bumi) terbesar di dunia. Serta salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang bisa mengakomodasi pembangkit listrik tenaga angin dan generator arus pasang surut dalam skala besar.

Tenaga air saat ini merupakan sumber energi terbarukan terbesar di Indonesia, sedangkan energi geothermal, biothermal, surya dan angin diharapkan akan mengalami pertumbuhan eksponensial dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berharap whitepaper ini akan memicu perbincangan di kawasan ini dan lebih mendorong dunia bisnis, pemerintah dan masyarakat lebih luas untuk mengambil tindakan dalam meraih target bersama menciptakan ekonomi digital yang berkembang, sekaligus memastikan masa depan yang tangguh dan berkelanjutan," kata Cheam.

The Future of Data Centers in the Face of Climate Change merupakan whitepaper yang ditulis dan dibuat oleh Eco-Business Research, Divisi Penelitian dari Eco-Business dengan dukungan Digital Realty. Penelitian ini mengeksplorasi solusi-solusi layak yang tersedia guna membantu para operator data center meraih pertumbuhan berkelanjutan dengan dampak terhadap lingkungan yang rendah.

Penelitian ini dilakukan oleh Eco-Business dari Mei hingga Juli 2020, dengan 208 responden survei dari berbagai industri di Singapura, Indonesia, dan Malaysia. (Baca juga: Huawei Ciptakan Si "Monster" yang Menggabungkan Teknologi dan Fashion )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!