Teknologi Jadi Solusi Kesenjangan Komunikasi di Tempat Kerja
Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:06 WIB
Lebih lanjut dikatakan, hal ini mencakup seluruh lini usaha, dari industri rumah tangga hingga korporasi besar. Perusahaan tidak boleh terjebak dalam euforia maupun kebiasaan yang lama dan harus segera berani melakukan digital transformasi.
"Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia dalam penerapan Fourth Industrial Revolution (4IR) atau Revolusi Industri 4.0. Bagi Indonesia, hal ini penting yang di mana memberikan peluang untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia," tandas Firman.
Penelitian Deloitte dalam laporan The Digital Workplace, organisasi dengan penerapan teknologi online yang kuat memiliki produktivitas 7% lebih tinggi daripada yang tidak. “Walau demikian, perubahan juga harus didukung perubahan pola pikir dan emosional dari manajemen untuk dapat menyesuaikan kembali cara baru dalam bekerja, serta bagaimana individu, kelompok, dan pimpinan berinteraksi satu sama lain. Di samping itu, manajemen juga harus jeli menentukan jenis platform yang paling tepat bagi perusahaan,” tambahnya.
Dia menjelskan, kombinasi dari manajemen dan platform yang tepat merupakan kunci agar tercipta satu pandangan dari seluruh anggota perusahaan, mengenai bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk terciptanya peningkatan kualitas dan efektifitas dari sebuah komunikasi dan kolaborasi.
"Lark merupakan patform kolaborasi dengan berbagai fitur yang terintegrasi. Hal ini akan menjadi keunggulan karena pengguna dapat mengerjakan berbagai macam hal, dari membuat dan mengedit dokumen, menerima email, mengirimkan pesan, mengelola agenda, hingga menelepon, serta melakukan video conference," timpal Joey Lim, Lark VP of Commercial, Asia.
"Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia dalam penerapan Fourth Industrial Revolution (4IR) atau Revolusi Industri 4.0. Bagi Indonesia, hal ini penting yang di mana memberikan peluang untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia," tandas Firman.
Penelitian Deloitte dalam laporan The Digital Workplace, organisasi dengan penerapan teknologi online yang kuat memiliki produktivitas 7% lebih tinggi daripada yang tidak. “Walau demikian, perubahan juga harus didukung perubahan pola pikir dan emosional dari manajemen untuk dapat menyesuaikan kembali cara baru dalam bekerja, serta bagaimana individu, kelompok, dan pimpinan berinteraksi satu sama lain. Di samping itu, manajemen juga harus jeli menentukan jenis platform yang paling tepat bagi perusahaan,” tambahnya.
Dia menjelskan, kombinasi dari manajemen dan platform yang tepat merupakan kunci agar tercipta satu pandangan dari seluruh anggota perusahaan, mengenai bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk terciptanya peningkatan kualitas dan efektifitas dari sebuah komunikasi dan kolaborasi.
"Lark merupakan patform kolaborasi dengan berbagai fitur yang terintegrasi. Hal ini akan menjadi keunggulan karena pengguna dapat mengerjakan berbagai macam hal, dari membuat dan mengedit dokumen, menerima email, mengirimkan pesan, mengelola agenda, hingga menelepon, serta melakukan video conference," timpal Joey Lim, Lark VP of Commercial, Asia.
Lihat Juga :