Sistersel Buka Kesempatan Anda Memulai Bisnis Online di Tengah COVID-19

Selasa, 06 Oktober 2020 - 11:15 WIB
Konsep berjualan ala social commerce sedang mengalami momentum tinggi di era digital. Menurut data Facebook, 70% konsumen global mengandalkan Instagram untuk mencari inspirasi barang baru untuk berbelanja. Teknik penjualan word-of-mouth (WOM) melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp juga terbukti efektif untuk meningkatkan jumlah pesanan.

Sedangkan Riset Hubspot menemukan 90% konsumen lebih mempercayai rekomendasi dari keluarga atau teman, 70% mempercayai review konsumen lain, dan 75% konsumen tidak percaya pada iklan. Ini berarti, dalam penjualan komersial, aspek sosial dan trust merupakan faktor yang sangat berpengaruh.

Bruno mengutarakan, konsumen lebih menyukai rekomendasi dari orang lain dibandingkan dari iklan yang dikeluarkan perusahaan. Inilah yang membuat model social commerce bisa efektif membantu menaikkan pendapatan.

“Sistem penjualan berdasarkan word-of-mouth sangat populer di Indonesia, dan kami percaya kaum perempuan merupakan penggerak utama dari tren ini. Dengan menghadirkan platform Sistersel, kami ingin membantu setiap perempuan untuk bisa berjualan produk fesyen berkualitas, bahkan tanpa mengeluarkan modal sama sekali," paparnya.

Tidak hanya mendapatkan reward berupa penghasilan tambahan, ungkap dia, pada perjalanannya, anggota Sistersel juga bisa berlatih menjalankan bisnis dari nol, membangun network, meningkatkan omzet, hingga menjadi social seller yang sukses.

Social commerce Sistersel memiliki tiga program utama, yaitu program reseller/dropshipper, program referral, dan program mitra. Untuk membangun komunitas yang saling suportif, Sistersel juga menerapkan konsep Business Coach, dimana mitra Sistersel bisa saling memberdayakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!